Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lakukan Penyegaran, Bupati Kholil Kukuhkan Puluhan JPTP

Amin Basiri • Rabu, 19 November 2025 | 17:35 WIB
KHIDMAT: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengukuhkan puluhan JPTP di Peringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Kemarin (18/11).
KHIDMAT: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengukuhkan puluhan JPTP di Peringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Kemarin (18/11).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melakukan penyegaran jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP).

Mutasi dan rotasi tersebut dilakukan terhadap 21 pejabat di lingkungan pemkab.

Pengambilan sumpah jabatan puluhan eselon II ini berlangsung di Peringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, kemarin (18/11).

Pelantikan tersebut didasarkan pada SK Bupati 821.2/55, 56, 57/432.403/2025 dan SK Mendagri Nomor 800.1.3.3-74 Tahun 2025.

JPTP yang dikukuhkan kembali sebanyak enam orang, sedangkan pejabat yang bertugas di tempat baru sebanyak 13 orang.

Selain itu, pengangkatan pejabat di dispendukcapil oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) satu orang dan pengangkatan kembali ke jabatan fungsional satu orang.

Perinciannya, Masrukin dari sebelumnya menjabat sebagai Sekkab digeser sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.

Sementara yang dipercaya sebagai Plh Sekkab Pamekasan adalah Taufikurrachman. 

Selain itu, Mohamad Alwi menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Pamekasan; Akmallul Firdaus menjadi kepala dinas kepemudaan, olahraga, dan pariwisata (dispora); dan Ach. Faisol kembali menjadi Inspektur Daerah Kabupaten Pamekasan.

Lalu, Amin Jabir didapuk sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setkab Pamekasan; Muharram sebagai kepala dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag); dan Achmad Sajifudin dipercaya sebagai kepala diskop UKM naker.

Kemudian, Akhmad Zaini sebagai Asisten Administrasi Umum Setkab Pamekasan; Kusairi sebagai kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD); dan Sigit Priyono menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Fathorrachman dikukuhkan sebagai kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian; dan Saudi Rahman sebagai kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk dan KB (DP3AP2KB).

Supriyanto sebagai kepala dinas lingkungan hidup (DLH), Akhmad Basri Yulianto sebagai kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (dispendikbud); dan Raden Budi Santoso sebagai Dokter Madya RSUD dr H Slamet Martodirdjo.

Kemudian, Muttaqin sebagai kepala dinas komunikasi dan informatika (diskominfo); dan Agus Budi Santoso sebagai kepala dispendukcapil.

Selain itu, Munapik dilantik sebagai kepala dinas perpustakaan dan kearsipan (dispusip); Abdul Fata sebagai kepala dinas perikanan (diskan).

Selanjutnya, Herman Hidayat Santoso tetap di posisi semula sebagai kepala dinas sosial (dinsos).

Khusus Mohammad Yusuf Wibiseno sebagai kepala satpol PP dan damkar.

”Saya berharap dapat melaksanakan tugas pokok dengan baik dan profesional guna mendukung capaian visi misi bupati dan wakil bupati Pamekasan dalam RPJMD 2025,” kata Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman.

Orang nomor satu di Kota Gerbang Salam itu mengaku, pengukuhan JPTP ini telah melalui proses dan prosedur yang panjang.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga mendapatkan rekomendasi dari BKN untuk menjalankan tugas dan fungsinya.

”Proses mutasi, khususnya bagi JPTP, merupakan peristiwa yang biasa. Hal ini dilakukan karena semata-mata untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan menghindari kejenuhan dalam tugas yang digeluti,” tuturnya.

Bupati Kholil menekankan agar seluruh JPTP yang diambil sumpah benar-benar mencurahkan tenaga dan pikiran untuk pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, memiliki pemahaman konseptual dan inovasi dalam menjalankan program pembangunan.

”Keberhasilan dalam melaksanakan tugas tidak hanya ditentukan oleh kesuksesan merealisasikan program.

Tapi yang terpenting, pencapaian target dan sasaran program. Sehingga, output dan outcome benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Amin Basiri