Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Minta MUI Jadi Penggerak Pembangunan Masyarakat Islami

Amin Basiri • Senin, 17 November 2025 | 14:59 WIB
KOMITMEN: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman membuka Musda MUI VI di Pendopo Ronggosukowati, Minggu (16/11).
KOMITMEN: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman membuka Musda MUI VI di Pendopo Ronggosukowati, Minggu (16/11).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kabupaten Pamekasan resmi ditetapkan sebagai Kota Gerbang Salam di awal 2000-an.

Itu merupakan wujud dari upaya pemerintah dalam mengimplementasikan pembangunan berbasis nilai-nilai keislaman.

Julukan Kota Gerbang Salam akhirnya menjadi identitas dalam kebijakan pembangunan daerah.

Sebagai daerah religius, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan pembangunan yang selaras dengan visi tersebut.

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman meminta masyarakat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjadi motor penggerak pembangunan islami.

Itu dinilai penting dalam membentuk karakter generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi pilar kemajuan Pamekasan di masa mendatang.

”Artinya, silakan negara dalam bentuk saat ini, masyarakatnya yang harus dibangun, yang disadarkan, agar supaya berpedoman pada ajaran Islam, kata Bupati Kholil saat Musyawarah Daerah (Musda) VI MUI Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati kemarin (16/11).

Penyematan Pamekasan menjadi Kota Gerbang Salam tidak lahir dari ruang yang hampa.

Tapi, hasil musyawarah dari para ulama dan masyayikh serta lintas organisasi masyarakat (ormas).

Sehingga, dihasilkan satu kesepakatan bersama untuk mendeklarasikan Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam.

Kota Gerbang Salam dan MUI sejalan. Karena setelah pembentukan Pamekasan sebagai Gerbang Salam, lahir Forum Komunikasi Ormas Islam (Fokus) meliputi NU, Persis, Muhammadiyah, SI, dan lain sebagainya.

Dari embrio itulah lahir kesadaran bersama untuk kembali menghidupkan MUI.

Saat itu, 16 tahun MUI tiarap, alhamdulillah kawan-kawan setuju untuk membentuk kembali MUI.

Saya berjanji untuk terus mendampingi sehingga ke depan semakin semarak, tegasnya.

Bupati Kholil optimistis, dengan kolaborasi kuat antara MUI dan pemkab, Kota Gerbang Salam ke depan akan menuju pembangunan yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

Mewujudkan suatu negeri yang ideal dengan keseimbangan antara kemakmuran fisik (duniawi) dan kebaikan perilaku penduduknya (spiritual/moral).

Ini adalah tugas pemerintah dan ulama serta satu kesatuan dengan pondok pesantren yang ada di wilayah Pamekasan.

Harapan kami, Musda MUI kali ini dapat melahirkan masukan berharga bagi pemerintahan periode saat ini, pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Amin Basiri