Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Murid SDN Tamberu 2 Tetap Semangat Belajar di Bawah Tenda, Bertahan di Tengah Panas dan Gangguan Nyamuk

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 8 November 2025 | 12:15 WIB

TETAP SEMANGAT: Murid SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, belajar di bawah tenda darurat Jumat (7/11). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
TETAP SEMANGAT: Murid SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, belajar di bawah tenda darurat Jumat (7/11). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sinar matahari terasa terik menyengat tenda oranye yang berdiri di belakang bangunan SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Jumat (7/11). Di bawah tenda milik BPBD Pamekasan itu, puluhan murid tampak berjejal duduk di kursi kayu.

Mereka tetap berusaha fokus menyimak penjelasan guru yang terdengar samar di tengah bising angin dan suara pelajar lainnya yang saling bersahutan. Demikianlah potret keseharian yang tersaji sejak sekolah disegel para pihak yang mengaku sebagai ahli waris terhitung dua pekan lalu.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Tamberu 2 terpaksa dipindah ke area belakang sekolah, di bawah tenda darurat. Kondisi belajar tersebut tentunya jauh dari kata nyaman. Saat matahari tepat di atas kepala, udara di bawah tenda terasa pengap dan panas (gerah).

Sementara ketika hujan turun, mereka diselimuti cemas. ”Kalau hujan lebat, biasanya anak-anak kami suruh pulang lebih awal. Takutnya ada pohon tumbang,” ujar salah satu guru di SDN Tamberu 2, Zainol Arifin.

Selain panas dan hujan, gangguan lain datang dari lingkungan sekitar. Lokasi tenda berada di dekat area belakang sekolah yang biasa digunakan untuk membakar sampah. Meski sudah dibersihkan, tempat itu masih dikelilingi pepohonan dengan daun yang lebat.

Nyamuk dan serangga sering menjadi teman belajar para pelajar. ”Sudah dibersihkan, tapi ya karena lingkungannya seperti ini, tetap banyak nyamuk dan serangga,” ungkap Zainol sembari menunjuk ke lokasi tenda berada.

Kondisi darurat itu membuat beberapa murid sempat jatuh sakit. Udara lembap, kepanasan, hingga kurang konsentrasi menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang berusaha menjaga semangat belajar anak didiknya.

”Ada beberapa murid yang terpaksa tidak masuk sekolah karena sakit. Kalau jumlah berapa yang sakit, masing-masing wali kelas yang tahu,” tutur guru yang berdomisili di Kecamatan Pademawu itu.

Diterangkan, tenda darurat tersebut hanya dibatasi kain tirai seadanya sebagai pembatas antarkelas. Akibatnya, suasana bising tak bisa dihindari. Suara guru dari tenda sebelah sering saling bersahutan, membuat konsentrasi pelajar mudah buyar.

Meski begitu, semangat belajar murid SDN Tamberu 2 belum padam. Mereka tetap datang ke tenda sederhana itu setiap pagi dengan seragam rapi, membawa buku, dan duduk di kursi kayu di bawah tenda yang panas.

Guru-guru pun berusaha sekuat tenaga menjaga suasana tetap kondusif meski fasilitas jauh dari kata layak. Pahlawan tanpa tanda jasa itu tetap semangat memberikan materi pelajaran, memberi tugas, dan mengajak anak-anak berdiskusi.

Di tengah sengketa lahan yang belum juga selesai, dua tenda oranye berukuran besar itu menjadi saksi keteguhan pelajar mempertahankan hak atas pendidikan. Sekolah boleh disegel, tapi semangat belajar mereka tidak pernah padam. (afg/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#BPBD Pamekasan #tenda darurat #panas #SDN Tamberu 2 #semangat belajar #ahli waris #disegel #KBM #Tenda #nyamuk #belajar