PAMEKASAN, RadarMadura.id – Hari Jadi (Harjad) Ke-495 Pamekasan terasa berbeda. Tak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga momentum lahirnya Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Kampus taneyan lanjang itu hadir membawa semangat baru untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai keislaman.
Rektor UIN Madura Dr. Saiful Hadi, M.Pd menyebut bahwa harjad kali ini sebagai kado istimewa bagi masyarakat. Sebab, setiap peringatan bersejarah itu selalu menghadirkan sesuatu yang membanggakan. Menurut dia, ada keberhasilan yang patut untuk disyukuri. Termasuk, capaian pembangunan yang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurut Saiful, pembangunan yang digerakkan Pemkab Pamekasan selama ini telah memberi warna baru di berbagai bidang. Mulai dari pertanian, perdagangan, hingga jasa lainnya. Namun, pembangunan sejati tidak hanya diukur dari infrastruktur, melainkan dari kemampuan mencetak SDM yang tangguh dan berdaya saing.
”Maka, lahirnya UIN Madura tahun ini menjadi sejarah penting. Kampus ini hadir sebagai mitra strategis dalam mengembangkan SDM yang unggul dan berakhlak. UIN Madura bukan sekadar perguruan tinggi keagamaan, melainkan kelanjutan tradisi keilmuan yang telah dirintis para ulama melalui madrasah dan pesantren,” tegasnya.
Nilai-nilai pesantren, kata Saiful, menjadi fondasi utama dalam membangun karakter kemaduraan. Sebab, pendidikan berbasis spiritualitas Islam telah lama menjadi identitas masyarakat Pamekasan. Kampus ingin mengembangkan pendidikan yang komprehensif dengan ilmu agama yang kuat dan ilmu umum yang bermanfaat bagi kehidupan.
Untuk memperkuat hal itu, UIN Madura terus menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Kolaborasi tersebut diarahkan pada dua fokus utama. Penguatan SDM dan eksplorasi sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan.
”Kami siap berkontribusi, baik melalui riset maupun pengabdian masyarakat, agar pembangunan di Pamekasan semakin terarah,” imbuhnya.
Saiful menegaskan, pembangunan daerah harus berangkat dari prinsip keseimbangan antara ekologi dan teologi atau yang dia sebut sebagai ekoteologi. Menurutnya, Pamekasan memiliki nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi dan harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan.
Dia berharap, melalui pendidikan tinggi, Pamekasan bisa terus melahirkan generasi emas yang siap berkontribusi untuk daerah dan bangsa. Para sarjana dari UIN Madura diharapkan mampu menjadi birokrat, teknokrat, maupun pengusaha yang membawa semangat perubahan.
”Mari kita jaga komitmen ini. Bersama kita wujudkan Pamekasan yang lebih baik dan berperadaban. Selamat hari jadi ke-495 untuk Kabupaten Pamekasan. Semoga momentum ini menjadi pijakan kuat untuk melangkah lebih maju, menjaga nilai-nilai luhur, dan memberi manfaat nyata bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (afg/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti