PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk buruh tani di Pamekasan mulai bergulir sejak kemarin (3/11). Proses pencairan dilakukan bertahap selama dua pekan ke depan.
Salah satu penerima, Muhammad, tampak semringah usai menerima amplop berisi uang Rp 600 ribu.
Pria paro baya asal Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan, itu mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi dia dan keluarganya, meski nominalnya tidak seberapa.
”Alhamdulillah, bisa buat belanja untuk keperluan dapur. Semoga tahun depan masih dapat lagi,” ujar Muhammad.
Pada hari pertama penyaluran bantuan untuk buruh tani, Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan fokus pada penerima di Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program BLT DBHCHT 2025 yang menyasar 23.064 penerima.
Dari jumlah itu, 18.606 merupakan buruh tani tembakau dan 4.458 buruh pabrik rokok.
Penyerahan simbolis dilakukan oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman.
Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Pamekasan Agus Wijaya menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dibagi dua pekan untuk menghindari penumpukan penerima. Pihaknya membagi jadwal per kecamatan agar lebih tertib dan mudah dikontrol.
Menurut Agus, program BLT DBHCHT bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh tani, mengurangi beban hidup mereka, serta mendukung pengendalian peredaran rokok ilegal.
Dia berharap bantuan itu bisa digunakan secara bijak untuk kebutuhan keluarga.
”Selama proses pencairan bantuan ini, Dinsos Pamekasan menurunkan petugas ke lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai daftar penerima.
Jadwal penyaluran diatur per kecamatan dan berlangsung hingga dua pekan mendatang,” pungkasnya. (afg/han)
Editor : Amin Basiri