PAMEKASAN, RadarMadura.id – Salah satu pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk pelatihan kerja.
Tahun depan, program yang melekat di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan dipastikan menyusut.
Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja Diskop UKM Naker Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati menyebut, di 2026 anggaran untuk pelatihan kerja sebesar Rp 266.000.000.
Angka tersebut lebih kecil bila dibanding tahun ini yang mencapai Rp 500.000.000.
”Ada pengurangan jumlah jenis pelatihan. Karena DBHCHT untuk Pamekasan tahun depan berkurang,” kata Ika kemarin (3/11).
Menurut Ika, tahun ini ada tujuh jenis pelatihan yang digelar. Yakni meliputi pelatihan pembuatan roti dan kue, tata kecantikan, las plate welder SMAW 1G, dan pelatihan desain grafis muda. Selain itu, pelatihan barista, pelatihan service AC, dan pelatihan menjahit.
Jumlah pelatihan tersebut mengalami pengurangan, hanya tinggal lima jenis tahun depan.
Meliputi pelatihan pembuatan roti dan kue, tata kecantikan, pelatihan las plate welder SMAW 1G, serta pelatihan desain grafis muda dan pelatihan barista.
”Untuk pelatihan tahun ini jumlah pesertanya 121 orang. Sementara untuk pelatihan di 2026 hanya 84 peserta,” terangnya.
Diketahui, DBHCHT Pamekasan di 2026 mengalami penurunan hampir 50 persen daripada yang diterima tahun ini.
Dari yang sebelumnya sebesar Rp 112.984.102.000 di 2025, menjadi Rp 59.435.852.000 untuk tahun depan.
Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) lebih kreatif dan inovatif di tengah keterbatasan fiskal.
Sehingga, pendidikan vokasi tersebut dapat terus ditingkatkan dan tidak sepenuhnya bertumpu pada DBHCHT.
”Ada tidak ada dana, langkah ini menjadi tanggung jawab pemkab. Meski selama ini DBHCHT menjadi sumber pelaksanaan pelatihan kerja tersebut,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri