Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dinkes Dituding Tidak Profesional Terkait Dugaan Malapraktik Kusuma Hospital

Amin Basiri • Senin, 3 November 2025 | 18:16 WIB

 

LENGANG: Kendaraan pengunjung terparkir di halaman Kusuma Hospital, Kamis (30/10).
LENGANG: Kendaraan pengunjung terparkir di halaman Kusuma Hospital, Kamis (30/10).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tuntutan keluarga korban dugaan malapraktik yang terjadi di Kusuma Hospital tidak direspons oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan.

Buktinya, dinkes belum membentuk tim audit eksternal atas meninggalnya Nur Aini (NA) di fasilitas swasta tersebut.

”Kayaknya dinkes tidak pernah kerja profesional terkait persoalan di Kusuma Hospital ini,” ujar Ketua DPC Madas Pamekasan Abdus Samad kemarin (2/11).

Pihaknya bersama keluarga korban akan menindaklanjuti berkenaan dengan pembentukan tim audit eksternal ini ke Dinkes Pamekasan.

Tetapi, jika tidak mendapat tanggapan serius, pihaknya akan melapor ke Dinkes Provinsi Jatim.

”Hari ini (3/11) akan melayangkan surat ke dinkes, sekaligus nantinya ke kanwil kalau ini tetap tidak ada kejelasan dalam waktu dekat. Sepertinya dinkes ini tutup mata terkait persoalan ini,” terangnya.

Audit klinis yang sebelumnya dilakukan Dinkes Pamekasan pasca peristiwa meninggalnya NA viral di media sosial dinilai tidak komprehensif dan tidak dapat dipercaya.

Sebab, yang terlibat adalah dari pihak dinkes dan Kusuma Hospital.
Sementara dari pihak korban tidak dilibatkan. ”

Sampai saat ini tidak ada tindak lanjut sejak audiensi di ruang Komisi IV DPRD, Selasa (28/10). Dari pihak Kusuma juga tidak ada tanggung jawab ke pihak korban saat ini,” tegasnya.

Kepala Dinkes Pamekasan Saifuddin mengeklaim pihaknya telah melakukan tupoksi yang dianggap perlu.

Yaitu, audit klinis. Dia mengaku bahwa tuntutan keluarga korban terkait tim audit internal yang melibatkan pihak profesional belum bisa dipenuhi.

”Audit klinis sudah kami lakukan dan sudah kami sampaikan ke Komisi IV bersama Kusuma Hospital,” singkatnya.

Peristiwa yang menimpa NA bermula saat dirujuk ke Kusuma Hospital, Selasa (23/9).

Awalnya hanya untuk menjalani pemeriksaan USG. Pada saat itu, hasilnya normal. Lalu Kamis (25/9) NA dijadwalkan operasi Caesar.

Namun, proses bedah yang dilakukan diduga tidak berjalan normal. Sebab, bayi kembali dimasukkan kembali ke rahim NA karena diduga mengalami plasenta akreta. Pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Korban baru dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Jumat (26/9) sekitar pukul 09.00 dengan kondisi kritis.

NA kemudian dioperasi di RSUD dr Soetomo pada Sabtu (27/9). NA dinyatakan meninggal Jumat (3/10) pukul 04.00 dini hari. Sementara bayinya selamat. (lil/jup)

Editor : Amin Basiri