PAMEKASAN, RadarMadura.id Cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim).
Itu berdasarkan keterangan tertulis yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga hujan es.
Salah satu daerah yang disebut berpotensi menjadi cuaca ekstrem adalah Kabupaten Pamekasan.
Plt Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir mengaku telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana hidrometeorologi di Bumi Gerbang Salam. Itu dilakukan sebagai mitigasi dan pencegahan sejak dini.
Pemetaan itu didasarkan pada dokumen kajian risiko bencana (KRB) yang telah disusun.
Sekarang, Pamekasan berada di fase pancaroba. Ini sudah berlangsung beberapa minggu sebelumnya, kata Dofir kemarin (2/11).
T
erdapat beberapa jenis bencana yang berpotensi terjadi di Pamekasan. Yaitu, banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Wilayah yang rawan tanah longsor secara umum berada di bagian utara Pamekasan. Seperti di daerah Kecamatan Batumarmar, Waru, Kadur, hingga Pegantenan.
Sementara untuk wilayah yang potensi terjadi banjir yaitu di wilayah Kota dan sekitarnya.
Seperti di Kecamatan Pamekasan, Pademawu, dan Palengaan. Adapun untuk angin kencang berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah Bumi Gerbang Salam.
Dofir mengeklaim, memasuki musim pancaroba tahun ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh warga.
Khususnya beberapa daerah yang masuk dalam mitigasi dan memiliki potensi terjadi bencana hidrometeorologi.
Untuk penanganan, kami sudah menyiapkan peralatan, penguatan SDM, logistik, dan tentu juga nanti kita akan menyiapkan posko ketika status sudah siaga, pungkasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili meminta BPBD terus untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Sebab, kesiapsiagaan mengantisipasi terjadinya bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Tugas pemerintah melakukan mitigasi yang baik, dan masyarakat perlu selalu waspada, pesannya singkat. (lil/jup)
Editor : Amin Basiri