PAMEKASAN, RadarMadura.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi momentum meneguhkan semangat persatuan dan peran generasi muda dalam membangun negeri. Dalam bidang kesehatan, anak muda memiliki tanggung jawab besar menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar manfaatnya terus dirasakan di masa depan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari, menegaskan bahwa keberlanjutan Program JKN tidak hanya ditopang oleh regulasi dan lembaga pemerintah. Kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, juga menjadi kunci dalam menjaga sistem gotong royong yang menjadi dasar jaminan kesehatan di Indonesia.
“JKN ini dibangun atas semangat saling membantu. Generasi muda harus memahami bahwa dengan ikut menjaga dan mensosialisasikan program ini, mereka sudah ikut berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat,” ujar Galih saat diwawancara pada Selasa (28/10).
Galih menjelaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda yang dahulu menggerakkan perjuangan kemerdekaan kini bisa diwujudkan melalui kepedulian terhadap kesehatan bangsa. Anak muda dapat berperan dengan menjaga gaya hidup sehat, mengedukasi lingkungan sekitar, dan membantu keluarga memahami pentingnya jaminan kesehatan.
Baca Juga: Cegah Penyakit Kronis, BPJS Kesehatan Dorong Pola Hidup Sehat Lewat Program Prolanis
“Langkah kecil seperti makan makanan bergizi, rajin olahraga, dan rutin memeriksakan kesehatan bisa menjadi bentuk nyata cinta tanah air. Karena kalau generasi mudanya sehat, masa depan bangsa pasti kuat,” tambah Galih.
BPJS Kesehatan juga terus berinovasi untuk mendekatkan literasi jaminan kesehatan kepada generasi muda. Salah satu langkah nyata adalah melalui program Duta Muda BPJS Kesehatan yang bertujuan menumbuhkan kepedulian serta pemahaman pelajar dan mahasiswa terhadap pentingnya Program JKN.
“Duta Muda BPJS Kesehatan kami hadirkan sebagai wadah pembelajaran sekaligus ruang kontribusi bagi anak muda. Mereka menjadi jembatan antara BPJS Kesehatan dan masyarakat, khususnya kalangan sebaya, dalam menyampaikan pesan hidup sehat dan pentingnya jaminan sosial,” jelasnya.
Galih menambahkan, generasi muda juga dapat menjadi pengawal implementasi JKN di lapangan. Dengan pengetahuan yang cukup, mereka bisa membantu mengedukasi masyarakat dan melaporkan jika ada pelayanan yang tidak sesuai agar mutu layanan terus meningkat.
“Anak muda itu punya semangat kritis dan idealis yang tinggi. Kalau energi positif ini diarahkan dengan baik, mereka bisa menjadi motor penggerak untuk menjaga keberlanjutan Program JKN di masa mendatang,” ungkap Galih.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Ajak Orang Tua Jaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini
Sementara itu, Ibra, siswa SMAN 2 Bangkalan sekaligus Juara 2 Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, mengaku bangga menjadi bagian dari gerakan tersebut. Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan BPJS Kesehatan membuka wawasan baru tentang pentingnya menjaga kesehatan dan memahami sistem jaminan sosial.
“Melalui Duta Muda, saya belajar bahwa menjaga kesehatan itu bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga tanggung jawab sosial. Saya ingin membantu teman-teman di lingkungan sekolah agar lebih tahu manfaat Program JKN dan pentingnya hidup sehat,” kata Ibra.
Ibra menambahkan, anak muda memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan positif di lingkungannya. Dengan memanfaatkan media sosial, pelajar dan mahasiswa bisa menyebarkan informasi tentang JKN dan menginspirasi orang lain untuk peduli pada kesehatan.
“Kalau generasi muda sudah paham dan peduli sejak sekarang, Program JKN akan terus berkelanjutan. Ini cara kami ikut menjaga masa depan bangsa agar tetap sehat dan sejahtera,” tutup Ibra.
Semangat kepemudaan yang tercermin dari peran aktif anak muda menjadi harapan baru bagi keberlanjutan Program JKN. Melalui kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan generasi muda, cita-cita menuju Indonesia yang lebih sehat dapat diwujudkan bersama. (dry)
Editor : Hendriyanto