PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan tahun ini memiliki program jalan usaha tani (JUT). Yakni, berupa pavingisasi dan jalan makadam.
Untuk jalan makadam, anggaran yang dialokasikan relatif tinggi, yakni Rp 1,7 miliar. Proyek tersebut dibagi menjadi 18 titik yang tersebar di beberapa kecamatan.
Namun, program tersebut dipastikan tidak akan terealisasi semua. Sebab, di tengah pelaksanaan anggaran tersebut digeser untuk kegiatan lain, yakni pavingisasi.
Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli Muda DKPP Pamekasan Ach. Syahibullah menyampaikan, anggaran kegiatan itu berasal dari dua sumber. Yakni, dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
”Cuma anggaran itu sebelum ada perubahan,” katanya Senin (13/10).
Dengan perubahan tersebut, saat ini hanya ada enam titik untuk proyek makadam. Sementara 11 sisanya dialihkan untuk program pavingisasi.
”Sebab, memang mayoritas pekerjaan JUT tahun ini berupa pavingisasi,” ungkapnya.
Dijelaskan, perubahan bentuk pekerjaan tersebut didasarkan pada kebutuhan masyarakat di bawah. Mengingat, masyarakat lebih banyak menginginkan pavingisasi karena dianggap lebih awet.
”Prinsip kami disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan pengalihan anggaran itu, dana untuk jalan makadam hanya tersisa Rp 660 juta dari anggaran awal Rp 1,7 miliar.
”Semua sudah SPK (surat perjanjian kerja), dua dilaksanakan, empat segera kontrak pekan ini,” jelasnya. (ay/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti