Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Campak Renggut Enam Nyawa, Jadi Ancaman di Kabupaten Pamekasan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 7 September 2025 | 01:45 WIB
LAYANAN MASYARAKAT: Sejumlah pengunjung berada di RSUD Smart Pamekasan, Jumat (22/8). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
LAYANAN MASYARAKAT: Sejumlah pengunjung berada di RSUD Smart Pamekasan, Jumat (22/8). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Ancaman penyakit campak semakin nyata. Indikasinya, 160 kasus suspek campak terdata di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Sementara, enam di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin menyatakan, sebagian besar korban berusia di bawah lima tahun. Kondisi itu membuat ancaman campak semakin serius, mengingat kelompok usia balita merupakan golongan paling rentan.

Menurut dia, gejala campak biasanya ditandai dengan demam tinggi, flu, dan batuk yang terjadi lebih dari tiga hari tanpa kesembuhan. ”Kalau anak mengalami gejala seperti itu, jangan ditunda. Segera bawa ke fasilitas kesehatan agar bisa segera ditangani,” ujarnya.

Dia mengingatkan, keterlambatan orang tua dalam membawa anak ke layanan kesehatan menjadi salah satu faktor utama penderita campak meninggal. Rata-rata pasien baru mendapat penanganan medis ketika kondisinya sudah memburuk.

Saifudin menambahkan, pencegahan dini merupakan langkah paling efektif untuk menekan risiko kematian akibat campak. Orang tua diminta lebih waspada ketika anak menunjukkan tanda-tanda awal sakit, apalagi bila di lingkungan sekitar sudah ada kasus serupa.

Selain itu, Dinkes Pamekasan terus berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk memperkuat deteksi dini serta penanganan kasus. Upaya sosialisasi juga dilakukan agar masyarakat memahami bahaya campak dan pentingnya segera mencari pertolongan medis.

”Harapan kami, kasus ini tidak terus meningkat. Ayo, selamatkan anak kita, jangan ditunda-tunda. Segera bawa ke puskesmas. Selanjutnya, medis yang menentukan kondisi anak harus rawat inap, dirujuk, maupun bisa dirawat di rumah,” tandasnya. (afg/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#gejala #Enam #meninggal dunia #Suspek Campak #dinkes pamekasan #Campak