PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini pemerintah pusat menyelenggarakan program revitalisasi yang menyasar sejumlah satuan pendidikan.
Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan sarana prasarana (sarpras) yang belum memadai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan Mohammad Alwi mengatakan, proyek rehabilitasi bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Namun, kegiatan tersebut tahun ini diganti dengan program revitalisasi.
”DAK tahun ini tidak ada, diganti program presiden yang langsung ke sekolah, sementara dinas hanya bertugas memantau,” katanya.
Menurut dia, secara alokasi kegiatan berupa rehab dan diperkirakan menyasar enam sekolah dasar (SD).
Program tersebut saat ini dilaksanakan secara bertahap. Mulai dari tahapan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).
”Ini gagasan visi misi besar presiden. Sehingga, nanti diharapkan tidak ada sekolah yang rusak,” tambahnya. (ay/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti