PAMEKASAN, RadarMadura.id – Santri Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan semangat belajar bahasa Inggris, Senin (11/8). Pagi itu, pesantren yang terletak di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, itu mendatangkan native speaker atau penutur asli dari Australia Lawson Vaughan Lewis.
Vaughan juga memberikan motivasi kepada para santri. Dia memulai pembelajaran dengan perkenalan singkat. Kemudian, berlanjut pada sesi dialog interaktif yang diatur oleh pesantren. Vaughan mengajak para santri berbicara, mendengar, dan merespons pertanyaan dengan menggunakan bahasa Inggris.
Pria berkacamata itu juga membagikan kisah hidupnya di Australia. Mulai sistem pendidikan hingga nilai-nilai universal yang bisa diterapkan. Dia menekankan santri terbuka terhadap budaya baru dan berani berbicara. Baginya, tak butuh sempurna untuk maju.
”Belajar bahasa asing itu mudah jika kita konsisten. Kuncinya adalah jangan pernah berhenti belajar,” saran Vaughan.
Bagi santri, pertemuan itu berkesan. Awalnya, mereka merasa canggung. Namun, perlahan mengikuti alur kegiatan. Tawa lepas sesekali pecah saat ada pengucapan yang terdengar unik atau jawaban spontan yang mengundang tawa.
Direktur IBS PKMKK Pamekasan Achmad Muhlis menyampaikan, kegiatan ini bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Sebab, bisa menambah kosakata dan melatih keterampilan mendengar bahasa Inggris.
Menurutnya, kegiatan tersebut bisa membangun rasa percaya diri santri untuk berinteraksi dengan seseorang dengan latar belakang berbeda. Dengan begitu, lulusan pesantren bisa dibekali kemampuan berbahasa yang baik.
Selain itu, IBS PKMKK Pamekasan berharap bisa menjembatani studi lanjutan para santri ke Australia melalui program corporate social responsibility (CSR) perusahaan. Baik dalam bentuk short course, penelitian, atau pengabdian masyarakat.
”Kami ingin santri memiliki wawasan internasional tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai keislaman. Karena itu, kami berkomitmen untuk menghadirkan penutur asli bahasa asing ke pondok secara rutin,” tukas pria yang juga Ketua Senat UIN Madura itu. (afg/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti