PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program pembangunan mandi cuci kakus (MCK) digagas pemerintah untuk mengentaskan stunting. Kabarnya, anggaran yang disediakan pemerintah pada tahun ini mencapai Rp 16,5 miliar.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Muharram mengatakan, pengentasan stunting merupakan tugas sejumlah stakeholder.
Salah satu langkah yang dilakukan dengan menyediakan infrastruktur yang memadai. Seperti, sanitasi dan sistem penyediaan air minum (SPAM). ”Infrastruktur ini ada di (institusi) kami, misalnya MCK,” katanya.
Menurut dia, proyek pembangunan sanitasi berasal dari dua sumber. Perinciannya dari APBD Pamekasan 2025 sebesar Rp 9,5 miliar dan DAK senilai Rp 7 miliar (selengkapnya lihat grafis). ”Selain individual, penerima bantuan adalah pondok pesantren (ponpes),” imbuhnya.
Dijelaskan, anggaran yang berasal dari APBD Pamekasan 2025 yang digelontorkan kepada ponpes dan individual cukup beragam. Mulai Rp 50 juta hingga Rp 200 juta per lokasi.
Sementara penerima bantuan yang anggarannya bersumber dari DAK, masing-masing desa mendapatkan Rp 277 juta. ”Setiap rumah bakal dapat Rp 11 juta,” ucapnya.
Muharram memaparkan, penandatanganan kontrak telah dilakukan pada Selasa (5/8). Sementara masa pengerjaan ditarget selesai dalam 90 hari kerja. Artinya, harus tuntas pada September atau awal November.
”Pencairan anggaran dibagi dua tahap. Yaitu 60 persen dan kemudian 40 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Pamekasan Rahmat Kurniadi Suroso menyampaikan, Desa Jelmak dan Kelurahan Parteker tahun ini tercatat sebagai penerima bantuan tersebut.
”Kami terus melakukan pengawasan atas realisasi proyek ini. Semoga warga terus berusaha meningkatkan pola hidup sehat dan kawasannya sudah tidak kumuh lagi,” tandasnya. (ay/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti