Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Guru SDN Sotabar 1 Pamekasan Diduga Sering Bolos

Amin Basiri • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:25 WIB
PENDIDIKAN: Pengendara motor melintas di depan SDN Sotabar 1 kemarin.
PENDIDIKAN: Pengendara motor melintas di depan SDN Sotabar 1 kemarin.

PAMEKASAN, RadarMadura.id– Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Sotabar 1 Zainal Fatah diduga lalai dalam melaksanakan tugas.

Sebab, dia dikabarkan sering bolos saat jam mengajar. Pegawai negara sipil (PNS) itu hanya masuk dan pulang saat waktu presensi. 

Informasi yang diterima koran ini menyebut, guru yang akrab disapa Zai itu setiap hari masuk sekolah.

Tapi, hanya untuk mengisi daftar hadir atau presensi.

Yakni, masuk pada pukul 06.30 dan pulang pada 13.00.

Sementara, pemenuhan tugasnya menjadi tenaga pendidik tidak ditunaikan.

Menurutnya, tindakan Zai berpotensi merugikan keuangan negara.

Sebab, guru yang berasal dari Desa Sotabar itu tetap mendapatkan gaji.

”Ini menjadi keluhan warga setempat. Setelah presensi dia pergi ke makam keramat setempat menemani para musafir.

Namun, tidak masuk sekolah sebagai pendidik,” kata sumber koran ini yang meminta namanya dirahasiakan.

Kepala SDN Sotabar 1 Ariyati membenarkan bahwa Zainal Fatah termasuk guru olahraga yang mengajar di sekolahnya.

Dirinya membantah jika Zai sering bolos saat jam mengajar. Sebab, setiap hari selalu ada di sekolah.

”Informasi itu keliru, dia (Zai) tiap hari ke sekolah. Dia kan cuma mengajar olahraga dan tadi melatih gerak jalan,” bantahnya.

Tugas Zai tidak hanya mengajar olahraga. Dia diberi tanggung jawab menjadi Ketua Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah.

Karena itu, Ariyati memastikan jika Zai masuk setiap hari.

”Dia ngajar semua kelas yang memang jadwalnya pagi dan kami memang meminta semua guru untuk mengutamakan kewajiban. Semisal ada perlu, maka boleh izin,” ungkapnya.

Koordinator Wilayah SD Kecamatan Pasean A. Taufik R mengaku belum menerima laporan terkait masalah Zainal Fatah.

Biasanya, setiap masalah di lingkungan sekolah didasari berita acara pemeriksaan (BAP) dari internal sekolah. 

”Jika ini memang benar, saya akan koordinasi dengan pengawas karena mereka yang mendampingi.

Kami sebagai korwil hanya pembinaan, imbauan, dan memberi informasi ke sekolah. Kalau ada masalah, diselesaikan di sekolah,” tandasnya. (ay/bil)

Editor : Amin Basiri
#guru #bolos #sd #pamekasan