PAMEKASAN, RadarMadura.id – Di tengah ladang tembakau yang mulai menghijau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan tengah menghitung biaya pokok produksi (BPP) tembakau musim ini.
Perhitungan tersebut akan menjadi patokan harga pembelian yang diharapkan menguntungkan petani.
Kepala Bidang Produksi Pertanian DKPP Pamekasan Andi Ali Syahbana mengatakan, perhitungan BPP masih dalam tahap awal.
Namun, dia menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar formalitas.
”BPP sedang kami hitung agar bisa meringankan beban petani. Kami harapkan selisih BPP tahun ini dan sebelumnya tidak terlalu jauh, meski ada kecenderungan kenaikan biaya obat-obatan dan upah tenaga kerja,” jelasnya.
Proses penghitungan BPP mencakup seluruh biaya produksi selama satu siklus tanam tembakau. Mulai dari persiapan lahan, pembelian benih, pupuk, tenaga kerja, hingga ongkos pascapanen.
Menurutnya, BPP penting untuk memastikan harga jual yang adil dan rasional.
”Bupati mewanti-wanti agar kami sebagai leading sector urusan tembakau benar-benar menjaga kualitas, harga, dan semangat petani. Jangan sampai terjadi penurunan meski menghadapi kendala cuaca,” pungkasnya. (afg/dry)
Editor : Hendriyanto