PAMEKASAN, RadarMadura.id – Teknologi artificial intelligence (AI) kian akrab digunakan dalam berbagai lini kehidupan.
Salah satunya dalam dunia akademik. Namun, penggunaan teknologi tersebut harus dibarengi dengan kesadaran etis.
Hal itu disampaikan oleh Managing Editor Jurnal Ulumuna UIN Mataram Muchammadun saat menjadi pemateri workshop Academic Writing.
Acara tersebut digelar di Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan, Selasa (22/7).
Acara tersebut mengusung tema Harnessing Ethical AI Tools for Academic Writing and Publication in Islamic Studies.
Muchammadun menekankan bahwa keberadaan AI harus dimaknai sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kreativitas dan orisinalitas seorang penulis.
”Akademisi idealnya mengedepankan prinsip assistive AI. Yaitu, menjadikan kecerdasan buatan sebagai pendukung dalam riset dan penulisan, bukan pencipta utama karya ilmiah. Dengan begitu, kualitas dan integritas karya ilmiah tetap terjaga,” ujarnya.
Direktur Utama IBS PKMKK Pamekasan Achmad Muhlis menegaskan, lembaganya berkomitmen untuk mengintegrasikan sains, teknologi, dan agama.
Dia ingin memastikan akademisi melek teknologi, namun tetap berpegang pada etika dan nilai keilmuan islami.
”Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu memanfaatkan AI untuk mempercepat proses penulisan dan meningkatkan kualitas publikasi tanpa melanggar prinsip kejujuran akademik,” terang Kiai Muhlis kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Kiai Muhlis berharap kegiatan tersebut bisa melahirkan akademisi yang adaptif, kreatif, dan berintegritas.
”Ke depan, IBS PKMKK akan menyelenggarakan workshop penulisan artikel ilmiah yang bisa terbit pada jurnal internasional terindeks scopus,” pungkasnya. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri