PAMEKASAN, RadarMadura.id– Kabar tidak sedap yang beredar di lingkungan Puskesmas Talang menyeruak dan menjadi perbincangan publik.
Pasalnya, Kepala Puskesmas (Kapus) Talang Khaliliya Syaifiyati diduga memotong dana kapitasi sebesar 10 persen.
Selain itu, juga mengurangi poin kinerja karyawan.
Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), pemotongan dana kapitasi disesuaikan dengan pendapatan tenaga kesehatan (nakes).
Nominalnya berkisar puluhan ribu atau Rp 90 ribu. Sementara pemotongan poin kinerja karyawan berkisar Rp 100 ribu per orang.
Kepala Puskesmas Talang Khaliliya Syaifiyati membantah kabar tidak sedap tersebut.
Dia mengeklaim bahwa pengembalian dana 10 persen tersebut atas kesepakatan bersama.
Salah satu tujuannya untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kegiatan sosial puskesmas.
”Sumbangan ini sudah ada sebelum saya menjabat, keinginan saya ingin memberhentikannya.
Tapi karena anggaran di puskesmas tidak cukup, maka tradisi itu tetap dipertahankan,” katanya.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifuddin menyampaikan ada tiga permasalahan di internal Puskesmas Talang.
Di antaranya, kabar pemotongan jasa pelayanan, poin jasa pelayanan, dan pemotongan anggaran pemberian makanan tambahan.
”Setelah kami telusuri, tiga isu itu tidak ada,” katanya.
Menurutnya, pemotongan dana kapitasi merupakan langkah yang digalang oleh puskesmas untuk memastikan pelayanan tetap baik.
Alasannya, Puskesmas Talang mendapatkan dana kapitasi paling rendah dibanding puskesmas lain, yakni Rp 1,7 miliar satu tahun.
”Untuk menjalankan kebutuhan operasional dan kegiatan sosial lainnya, akhirnya sepakat urunan,” ungkapnya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri