PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perusahaan rokok (PR) penerima bantuan langsung tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Pamekasan diprediksi bertambah. Tahun ini diperkirakan mencapai 145 perusahaan. Sedangkan anggaran yang dialokasikan sangat fantastis, yakni Rp 13,8 miliar.
Masih ditahap sosialisasi. Terutama pada perusahaan rokok yang akan mengusulkan calon penerima bantuan (CPB). Di tahun ini jumlah perusahaannya mengalami penambahan dibanding tahun lalu.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Pamekasan Agus Wijaya menyampaikan, sosialisasi BLT DBHCHT bertahap. Sosialisasi yang pertama khusus untuk buruh rokok dengan mengundang sejumlah perusahaan rokok. ”Setelah buruh rokok ini menyusul buruh tani,” katanya Rabu (16/7).
Berdasarkan data Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Madura di Pamekasan terdapat 146 perusahaan rokok. Namun, yang diundang dalam kegiatan sosialisasi hanya 145 PR. Sebab, satu perusahaan masuk wilayah Sumenep.
”Jumlah perusahaan ini memang mengalami peningkatan dibanding tahun lalu,” tambahnya.
Dijelaskan, tahun lalu jumlah perusahaan yang buruhnya menerima BLT DBHCHT ada 99 perusahaan. Sedangkan tahun ini diprediksi ada 145 perusahaan. Namun, yang hadir dalam sosialisasi hanya 70 perusahaan.
”Total ada 23 ribuan (buruh tani dan pabrik, Red). Untuk perinciannya nunggu hasil pengusulan dan proses verifikasi,” ungkapnya.
Pihaknya akan mulai melakukan verifikasi pasca pengusulan CPB tuntas. Paling lambat pertengahan Agustus proses verifikasi dan validasi harus tuntas. Termasuk verifikasi buruh tani. Dengan demikian, November BLT dengan pagu anggaran Rp 13,8 miliar bisa dicairkan. ”Insyaallah pencairan akhir bulan 10 dan bulan 11,” paparnya. (ay/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti