Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Harapan Baru di Atas Tiga Roda Mukrawi dan Becak Listrik Presiden Prabowo

Amin Basiri • Selasa, 15 Juli 2025 | 16:59 WIB

 

HARAPAN BARU: Mukrawi mengendarai becak listriknya usai seremoni penyerahan bantuan di Mandhapa Agung Ronggosukowati kemarin.
HARAPAN BARU: Mukrawi mengendarai becak listriknya usai seremoni penyerahan bantuan di Mandhapa Agung Ronggosukowati kemarin.

PAMEKASAN, RadarMadura.id - itu, jalanan kota belum sepenuhnya padat. Angin sejuk menyelusup di sela-sela aktivitas warga.

Namun, suasana di sekitar Mandhapa Agung Ronggosukowati tampak berbeda. Iring-iringan becak perlahan berbaris rapi menuju halaman luas.

Mereka bukan rombongan becak biasa. Para pengayuh becak itu adalah penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.

Di antara puluhan orang itu, ada Mukrawi, seorang lelaki sepuh dengan keriput yang dalam di sekitar wajahnya.

Senyum Mukrawi merekah lebar meski guratan usia dan rambut putih di pelipisnya tak bisa disembunyikan.

Tangannya yang keriput menggenggam setang becak listrik barunya. Wajah tua itu menjadi saksi perjalanan panjang sebagai pengayuh becak.

Pria asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, itu bukan orang baru di jalur becak Pamekasan.

Dia sudah mengayuh becak sejak 1980-an, jauh sebelum jalanan ramai kendaraan bermotor seperti sekarang. Dulu, ongkosnya berkisar Rp 2 sekali jalan. ”Alhamdulillah,” ucapnya pelan.

Mukrawi masih gigih mengayuh becak demi menafkahi keluarganya. Meski usianya renta dan pendapatannya kian tak menentu.

Hari itu, dia resmi menerima bantuan dari Presiden Prabowo Subianto bersama 24 tukang becak lainnya.

Bagi Mukrawi dan kawan-kawannya, becak bukan sekadar kendaraan, tetapi juga sumber penghidupan.

Puluhan tahun dia menggantungkan hidup dari penumpang yang naik becaknya. Becak listrik tak hanya kendaraan baru, tetapi juga harapan baru.

Dia percaya bahwa becak listrik bukan hanya soal kendaraan. Kendaraan roda tiga itu adalah harapan baru di masa depan. Dia tak lagi harus menaklukkan tanjakan dengan napas yang tersengal.

Dulu, ayah satu anak itu harus menyiapkan tenaga ekstra untuk menaklukkan jalan menanjak atau menahan beban barang bawaan penumpang.

Kini dengan bantuan becak listrik, dia bisa sedikit bernapas lega. Beban ototnya bisa sedikit berkurang.

Program becak listrik itu dirancang agar tukang becak sepuh tak lagi harus memeras tenaga. Presiden Prabowo Subianto, melalui program yang sebenarnya sudah berjalan sebelum dia menjadi presiden, ingin memastikan tukang becak tua bisa bekerja lebih layak.

Tenaga ahli di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Herman Susilo mengatakan, penyaluran bantuan dari Presiden Prabowo Subianto itu dilakukan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Syarat penerima minimal berusia 60 tahun.

“Setiap becak listrik bisa bertahan 7–10 jam. Jadi, kalau jarak tempuhnya menyesuaikan. Kalau mesin (bergantung) perawatan.

Nanti kita bantu backup juga. Termasuk, pengisiannya kita kaji. Soal tarif, kami serahkan ke tukang becak sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman berharap agar bantuan becak listrik benar-benar membantu para pebecak.

Sehingga, bisa menumbuhkan geliat perekonomian bagi mereka yang sudah lama tidak mendapatkan penghasilan layak.

“Kami yakin akan ada peningkatan jumlah bantuan di tahap berikutnya. Baik di tahap kedua, ketiga, dan seterusnya.

Saya yakin (Presiden Prabowo Subianto) akan memberi tambahan kepada pebecak yang lain,” tandas mantan anggota DPR RI itu. (*/yan)

Editor : Amin Basiri
#pamekasan #becak listrik #prabowo