Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kemarau Basah Jadi Ancaman Petani Tembakau Sawah dan Tegal di Kabupaten Pamekasan

Amin Basiri • Senin, 7 Juli 2025 | 14:42 WIB
HAMPIR PANEN: Petani memeriksa tanaman tembakau miliknya di Desa Konang, Kecamatan Galis, Kamis (3/7).
HAMPIR PANEN: Petani memeriksa tanaman tembakau miliknya di Desa Konang, Kecamatan Galis, Kamis (3/7).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tembakau masih menjadi tumpuan harapan bagi petani di Bumi Gerbang Salam, Pamekasan.

Mereka berharap harga jual komoditas yang dikenal sebagai ”daun emas” itu tetap stabil, meski cuaca belakangan ini sulit diprediksi.

Tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Pamekasan membuat para petani tembakau mulai cemas. Sebab, jika hujan turun terus-menerus, kualitas tembakau akan menurun, yang otomatis berdampak pada harga jual di tingkat petani.

Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) Khairul Umam menyebutkan bahwa tembakau jenis tegal dan sawah merupakan yang paling rentan terdampak jika harga tembakau turun.

Kondisi ini berbeda dengan tembakau pegunungan yang relatif lebih kuat terhadap perubahan cuaca.

”Tidak perlu terlalu khawatir, selama stok gudang dan cuaca bisa dikendalikan, harga tembakau akan tetap stabil. Memang musim ini diprediksi kemarau basah, tapi itu masih sekadar perkiraan,” ujar pengusaha yang akrab disapa Haji Her itu, Selasa (2/7).

Pada musim panen 2025, Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah menetapkan break-even point (BEP) atau titik impas harga tembakau sebagai acuan petani.

Untuk jenis tembakau gunung, BEP ditetapkan sebesar Rp 63.233 per kilogram, tembakau tegal Rp 52.639 per kilogram, dan tembakau sawah Rp 46.725 per kilogram.

Khairul Umam menegaskan, jika hujan terjadi secara intens, terutama menjelang masa panen, maka harga jual bisa tertekan, terlebih untuk tembakau tegal dan sawah. Oleh karena itu, pihaknya meminta petani tetap waspada namun tidak panik berlebihan.

Sementara itu, petani tembakau asal Desa Konang, Kecamatan Galis, Adam Buyono, mengaku sudah menanam sekitar 12 ribu batang tembakau musim ini. Dia berharap cuaca segera membaik agar kualitas hasil panen tetap terjaga.

”Memang akhir-akhir ini sering hujan. Mudah-mudahan tidak berlangsung lama, karena jika terlalu sering hujan, daun tembakau akan rusak dan kualitasnya menurun. Kalau sudah begitu, harga bisa anjlok,” ujar Adam.

Para petani di Pamekasan diketahui tetap memilih menanam tembakau, meski ada kekhawatiran soal harga dan kualitas.

Bagi mereka, tembakau masih menjadi komoditas andalan yang diharapkan dapat meningkatkan penghasilan di tengah ketidakpastian pasar. (afg/dry)

Editor : Amin Basiri
#tembakau #komoditas #Petani #kemarau basah