PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perjalanan 100 hari kerja Bupati Kholilurrahman dan Wakil Bupati Sukriyanto diapresiasi banyak pihak.
Salah satunya dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Pamekasan Ismail. Dia mendorong program yang dijalankan terus berlanjut hingga tingkat desa.
Ketua DPC Demokrat Pamekasan Ismail menyampaikan, target 100 hari kerja bupati dan Wabup bagian dari visi misi kerja kepemimpinan selama lima tahun.
Langkah tersebut bagian dari tonggak awal untuk merencanakan pembangunan daerah bisa terarah.
”Pijakan 100 hari kerja ini dimulai dari penataan PKL yang semula kita tahu ada kesemrawutan tata kelola kota.
Bupati Pamekasan juga memberikan bantuan gerobak bekerja sama dengan Bank Jatim untuk PKL eks PJKA, itu bentuk kepedulian dan pemberdayaan,” katanya kemarin (25/6).
Baca Juga: Berdamai sebelum Perkara Disidang, Kasus Penganiayaan Kapas Kolpajung terhadap Pedagang Mi Ayam
Beberapa program yang dinilai berhasil dan terealisasi dengan baik tersebut tidak hanya seputar penataan kota.
Ada juga mengenai kemudahan perizinan bagi pengusaha rokok, pemberdayaan nelayan, petani bangkit, dan program lainnya yang masih terus berjalan.
Termasuk program Kharisma telah berhasil meluncurkan pelayanan terpadu adminduk (PADUKA) yang terkoneksi di pantura.
”Fasilitasnya ini akan dibangun di 2026 yang akan menjadi mal pelayanan publik sehingga bisa membantu masyarakat pantura dalam pelayanan,” tambahnya.
Ismail berharap bupati bekerja dengan fokus. Sehingga, segala program yang direncanakan berlanjut hingga lima tahun ke depan yang akan dituangkan pada rencana pambangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025–2030.
”Kunci suatu daerah itu sukses dan maju bisa memberikan rasa nyaman dan aman untuk masyarakat. Kedua, bisa menyejahterakan seluruh masyarakatnya,” pungkasnya. (ay/luq)
Editor : Amin Basiri