Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Normalisasi Sungai Kloang Tak Capai Target, Pemkab Pamekasan Terkendala Anggaran

Hendriyanto • Senin, 16 Juni 2025 | 15:58 WIB

TANGGULISASI: Pekerjaan normalisasi Sungai Kloang yang dikerjakan Dinas PUPR Pamekasan, Selasa (10/6).
TANGGULISASI: Pekerjaan normalisasi Sungai Kloang yang dikerjakan Dinas PUPR Pamekasan, Selasa (10/6).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) melakukan proyek normalisasi Sungai Kloang tahun ini.

Proyek yang menelan anggaran Rp180 juta itu ditargetkan mampu menormalisasi sepanjang satu kilometer sungai. Namun, hingga kini, target tersebut diprediksi belum bisa tercapai.

Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Amin Jabir, menyampaikan bahwa pekerjaan normalisasi sungai di Kelurahan Gladak Anyar telah dimulai sejak Senin (9/6).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari normalisasi Sungai Jombang yang sebelumnya ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Kades Pandan Janji Kembalikan Uang Cicilan Sambungan Air PDAM, Warga Milih Gunakan Sumber Lokal

”Kami sudah menyelesaikan pekerjaan di Kali Jombang yang merupakan kewenangan Pemprov. Kini alat kami telah bergeser ke Sungai Kloang untuk melanjutkan program normalisasi berbantuan,” ujarnya, Selasa (10/6).

Namun, Jabir mengakui bahwa pekerjaan kali ini kemungkinan besar tidak akan mencapai target satu kilometer. Berdasarkan kalkulasi lapangan, capaian maksimal hanya berada di kisaran 600 hingga 700 meter.

”Harapan kami pekerjaan bisa menjangkau hingga jembatan di Jalan Diponegoro, tepatnya di belakang RS Aisyiyah. Tapi kemungkinan hanya bisa menyelesaikan sepertiga dari target awal,” ungkapnya.

Dia menambahkan, terbatasnya anggaran menjadi kendala utama. Dana yang bersumber dari APBD tersebut hanya cukup untuk pengerjaan selama 45 hari, dengan volume pengerukan sekitar 5x100 meter. Selain itu, biaya operasional di lapangan juga cukup besar.

Baca Juga: Jaksa Butuh Tambahan Saksi pada Kasus Pemalsuan Surat PAW Kades Gugul

”Target sebenarnya sampai ke wilayah Jungcangcang, tapi kalau dananya tidak cukup, ya cukup sampai Gladak Anyar saja,” imbuhnya.

Jabir menjelaskan, proyek normalisasi ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko banjir yang rutin terjadi di sedikitnya 22 titik rawan banjir di Kota Pamekasan.

Dia pun berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa turut membantu melalui program kolaboratif, meskipun hingga kini belum ada kepastian dukungan dari Pemprov.

”Sementara ini kami fokus pada penyelesaian target yang ada di kabupaten dulu,” tuturnya.

Menanggapi proyek tersebut, warga setempat menyambut baik, namun tetap berharap pekerjaan dilaksanakan secara serius dan menyeluruh.

Baca Juga: Diduga Sopir Mengalami Microsleep, Ketua PCNU Pamekasan KH Taufik Hasyim Wafat dalam Kecelakaan Tol Paspro Bersama Istri

Salah satu warga Kelurahan Gladak Anyar, Asmat, menilai pekerjaan normalisasi sangat penting untuk mengatasi banjir tahunan yang menyulitkan masyarakat.

”Harapan kami pekerjaan ini dituntaskan secara merata, jangan hanya setengah-setengah. Soalnya kalau banjir datang, membersihkan bekasnya itu memakan waktu dan tenaga,” tegasnya. (ay/dry)

Editor : Hendriyanto
#pamekasan #normalisasi sungai #pupr