Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sapa Legislatif Bersama Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Nurul Huda; Produk UMKM Madura Memiliki Potensi Go Internasional

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 10 Juni 2025 | 15:55 WIB
PEMBERDAYAAN: Wakil Biro Pamekasan Moh. Ali Mukhsin (kiri) didampingi Nurul Huda di podcast Radar Madura TV beberapa waktu lalu. (FAHMI JALIL/JPRM)
PEMBERDAYAAN: Wakil Biro Pamekasan Moh. Ali Mukhsin (kiri) didampingi Nurul Huda di podcast Radar Madura TV beberapa waktu lalu. (FAHMI JALIL/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus pemerintah selesaikan untuk mendukung pelaku UMKM.

UMKM menjadi pilar perekonomian. Sebab, keberadaan UMKM memberikan dampak positif terhadap banyak aspek. Di antaranya, peningkatan perekonomian masyarakat, pengentasan kemiskinan hingga membuka lowongan pekerjaan baru.

Dengan demikian, keberadaan UMKM di Madura menjadi tolok ukur bagi pertumbuhan ekonomi di Pulau Garam. Maka, pelaku UMKM harus didukung agar terus bisa mengembangkan wirausahanya.

”Saya mengapresiasi pelaku UMKM. Jika mereka berkembang, maka Madura juga akan berkembang,” ujar anggota Komisi D DPRD Jatim Nurul Huda.

Tetapi, persoalan pengembangan UMKM masih menyisakan program cukup pelik. Khususnya masalah dukungan modal. Banyak pelaku UMKM yang memilih ”lempar handuk” karena tidak bisa mengembangkan usahanya.

Padahal menurut Huda, modal bukan satu-satunya penentu bagi wirausahawan sejati. Sebab, yang terpenting adalah keahlian dalam mengelola UMKM yang dikembangkan. ”Saat ini banyak yang salah kaprah, maka para pelaku UMKM harus mengubah mindset,” ujarnya.

Pemerintah sebenarnya tidak tutup mata terhadap pelaku UMKM agar terus survive. Buktinya, pemerintah melakukan pemberdayaan kepada pelaku UMKM. Seperti, memberikan modal usaha dan membuka pelatihan berbasis kompetensi.

”Lalu ada pelatihan pemasaran, packing produk, dan manajemen keuangan,” imbuhnya.

Pelaku UMKM juga harus melek teknologi dan beradaptasi dengan dunia digitalisasi. Jika tidak, akan tertinggal dengan sendirinya. Apalagi tidak didasari keilmuwan yang mumpuni dalam manajerial keuangan.

”Kami berharap pelaku usaha tidak alergi terhadap pelatihan dan mencari informasi keilmuan. Jika sudah memiliki keahlian, maka bisa mendapatkan modal dengan mudah, misal dari bank UMKM,” pintanya.

Pia yang biasa disapa Ra Huda itu menambahkan, pengembangan UMKM juga dipengaruhi oleh sarana infrastruktur dan transportasi yang terintegrasi. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk mengawal segala kebutuhan pelaku UMKM di parlemen Jatim.

Madura memiliki banyak potensi yang layak dikembangkan oleh para pelaku usaha. Misalnya, potensi kerajinan tangan seperti odheng, baju sakera, batik Madura, dan lainnya. Semuanya memiliki potensi besar untuk go internasional.

”Kami ingin Madura terbebas dari klaim daerah termiskin. Semoga UMKM bisa menaikkan tingkat kesejahteraan Madura di semua sektor,” harapnya. (ay/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pilar perekonomian #digitalisasi #kerajinan #melek teknologi #Pelaku UMKM #potensi #go internasional #modal usaha #pelatihan #umkm #Komisi D DPRD Jatim