PAMEKASAN, RadarMadura.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pamekasan, Kamis (23/5). Dua lokasi utama yang ditinjau yaitu Sungai Kali Jombang dan Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar.
Di Sungai Kali Jombang, Kelurahan Patemon, Khofifah memantau langsung proses pengerukan sungai yang kerap meluap saat musim hujan. Ia menyebut pendangkalan badan sungai menyebabkan air meluber ke rumah warga.
“Pemkab Pamekasan mengajukan pengerukan dan maksimalisasi pintu air. Kalau badan sungai dangkal, hujan tinggi pasti meluber,” katanya. Ia menegaskan solusi terbaik adalah normalisasi melalui pengerukan.
Khofifah memprediksi pengerjaan pengerukan tersebut akan memakan waktu sekitar dua bulan. Ia menambahkan, selama proses berlangsung, pekerjaan lain yang tidak terkait proyek akan tetap dilanjutkan.
Baca Juga: Diskan Sampang Sebut PT Garam Jual Produk ke Pabrikan
Setelah itu, Khofifah mengunjungi Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar untuk menghadiri kegiatan Pendampingan dan Klinik Pengembangan Perguruan Tinggi dan Ma’had Aly. Dalam kesempatan itu, ia mendorong akselerasi akreditasi kampus pesantren.
Menurutnya, percepatan akreditasi akan memudahkan akses bantuan dan beasiswa dari Pemprov Jawa Timur. Ia menyebut lebih dari enam ribu beasiswa disiapkan untuk perguruan tinggi berbasis pesantren.
“Kami perintahkan LPPD fokus di Madura. Dari 33 kampus pesantren, baru lima yang bisa akses. Dari lima Ma’had Aly, hanya dua yang bisa,” ujarnya.
Khofifah berharap pendampingan ini bisa meningkatkan kualitas akademik dan daya saing lembaga pendidikan pesantren. Ia juga mengapresiasi komitmen pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Baca Juga: BRI Salurkan Pembiayaan Rp 700 Miliar ke PELNI, Dukung Armada Laut Nasional
Sementara itu, Ketua LPPD Jawa Timur Abd. Halim Soebahar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda khusus Pemprov. Tujuannya agar Madura lebih siap dalam mengakses dana bantuan pendidikan.
“Sejak 2019 hingga 2024, Pemprov telah menyalurkan 5.683 beasiswa. Tahun ini tersedia 1.193 beasiswa untuk santri dan generasi muda Madura,” ungkapnya.
Halim menekankan pentingnya pendampingan untuk mempermudah pesantren mengakses bantuan pemerintah. Ia juga menginstruksikan pembentukan tim kerja borang untuk mendukung proses akreditasi.
Menurut Halim, kerja borang membutuhkan ketelitian dan komitmen yang kuat dari pihak perguruan tinggi. Ia berharap seluruh tim mampu bekerja dengan optimal dan profesional.
Baca Juga: DKPP Pamekasan Siagakan Empat Dokter Hewan Sambut Idul Adha
Ketua STIDKI Al-Hamidy Banyuanyar, RH Abbas Muhammad Rofi’i Baidowi menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan gubernur. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi kehormatan besar bagi pesantrennya.
Ia berharap pendampingan itu bisa memberikan dampak positif terhadap pengembangan akademik pesantren. Terutama dalam penguatan mutu akademisi dan akreditasi kampus.
“Dengan kegiatan ini, semoga bisa memberi kebaikan ke depan. Hal-hal yang belum tersentuh bisa dimaksimalkan,” ucap pria yang juga penggagas Lentera Katandur tersebut. (afg/dry)
Editor : Hendriyanto