PAMEKASAN, RadarMadura.id – Layanan hemodialisis (HD) di RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan sempat menjadi perbincangan publik.
Sebab, BPJS Kesehatan merekomendasikan untuk menutup satu sif. Akibatnya, rumah sakit pelat merah itu hanya bisa melayani tiga sif HD selama sehari.
Direktur RSUD Smart Pamekasan dr Budi Santoso menjelaskan, pengurangan jam itu tidak mengganggu layanan meski pasien harus mengantre.
Dulu, jelas Budi, penambahan layanan HD menjadi empat sif itu murni karena alasan kemanusiaan.
”Sehingga, pasien yang semestinya melakukan cuci darah ke Surabaya, bisa diakomodasi di Pamekasan,” terang dokter spesialis mata itu.
Dokter Budi menyadari bahwa pasien perlu mengeluarkan biaya tambahan yang tak sedikit.
Itu jika pasien melakukan layanan cuci darah ke Surabaya. Tentunya, kebutuhan biaya operasional akan berbeda jika dilakukan di Pamekasan.
Dia menyebutkan, ada sekitar 23 pasien HD yang mengantre layanan di RSUD Smart Pamekasan.
Akan tetapi, 17 di antaranya telah memutuskan untuk pindah ke rumah sakit lain. Sementara sisanya menunggu pertimbangan keluarga.
Saat ini, rumah sakit memiliki sembilan mesin layanan HD. Delapan mesin dioperasikan untuk pasien gagal ginjal reguler.
Kemudian, satu lagi disiapkan untuk pasien khusus atau yang memerlukan tindakan medis mendesak.
”Jadi, apabila nanti ada pasien yang masuk kategori darurat dan mesin HD masih dipakai semua, maka tetap bisa menggunakan mesin cuci darah khusus critical information to obtain (CITO),” katanya saat menghadiri audiensi di Komisi IV DPRD Pamekasan, Jumat (16/5).
Dokter Budi menegaskan, rumah sakit akan terus berbenah. Rekomendasi dan kritik yang membangun akan dilaksanakan dengan baik.
Dengan begitu, pasien yang berobat ke RSUD Smart Pamekasan mendapatkan pelayanan optimal. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti