KOTA, RadarMadura.id – Pembelian gabah petani oleh Perum Bulog Kantor Cabang Madura meningkat.
Perusahaan pelat merah itu mengeklaim sudah menyerap lebih 800 ton hingga bulan ini. Serapan itu merupakan hasil produksi padi musim tanam pertama tahun ini.
”Bangkalan dan Sumenep di atas 300 ton. Kalau di Pamekasan sekitar 200 ton,” ungkap Pimpinan Bulog Kantor Cabang Madura Ahmad Rofi’i kemarin (15/5).
Menurut Rofi’i, tahun ini secara umum serapan gabah padi di Madura mengalami peningkatan signifikan. Tahun lalu, di bulan yang sama, Bulog Madura hanya mampu menyerap sekitar 150 ton beras.
”Tahun lalu dominan untuk pasar komersial, sedangkan tahun ini dominan penugasan untuk cadangan pangan pemerintah,” tegasnya.
Rofi’i mengaku, dalam upaya meningkatkan serapan tersebut, pihaknya melakukan kerja sama dengan berbagai lintas sektor.
Seperti melalui bintara pembina desa (babinsa) dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam mencari informasi lokasi panen maupun tempat penggilingan.
”Selain itu, kami melakukan sosialisasi yang lebih masif dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan memberi masukan ke penggilingan yang ada di Madura,” tuturnya.
Pihaknya akan terus berupaya melakukan serapan lebih maksimal. Salah satunya dengan mendorong mitra pengadaan beras untuk meningkatkan sarana dan prasarana.
Sehingga, bisa menghasilkan beras berkualitas sesuai yang perintahkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Menurut dia, kebanyakan penggilingan di Madura masih sederhana dan berorientasi pada jasa giling gabah petani yang disimpan petani untuk konsumsi sehari-hari.
”Serapan akan kami optimalkan lagi di potensi panen mendatang sekitar Juni dan Juli,” janjinya. (lil/luq)
Editor : Achmad Andrian F