PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tangis duka menyelimuti kedatangan jenazah MK di rumahnya yang terletak di Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan.
Bocah 11 tahun yang hilang terbawa arus banjir bandang pada Selasa (13/5) itu ditemukan dalam kondisi meninggal.
Jenazah MK ditemukan enam kilometer dari rumahnya, tepatnya di Sungai Laccaran, Dusun Banyumas, Desa Klampar, Kecamatan Proppo.
MK ditemukan oleh warga sekitar pukul 11.35 di sungai yang bermuara ke Dam Samiran tersebut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, tim gabungan telah berupaya melakukan pencarian terhadap MK sejak Selasa.
Tim itu terdiri atas anggota TNI, Polri, relawan, warga, dan Basarnas.
”Korban berhasil ditemukan dan dalam kondisi meninggal,” katanya.
Dhofir memaparkan, jenazah MK ditemukan cukup jauh di bantaran sungai menuju Dam Samiran. Yakni, berkisar enam kilometer dari lokasi kejadian.
”Korban langsung dievakuasi ke rumah duka. Kami juga memberikan bantuan logistik kepada keluarga korban,” tambahnya.
Berdasar prediksi Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa hari ke depan beberapa wilayah di Pamekasan akan diguyur hujan.
Dataran tinggi berpotensi terdampak bencana. Karena itu, institusinya memberikan peringatan dini.
Kawasan tersebut di antaranya Pegantenan, Pakong, Waru, Kadur, dan beberapa daerah rawan lainnya.
”Warga yang rumahnya berdekatan dengan bantaran sungai harus waspada. Jangan biarkan anak-anak bermain di daerah yang berbahaya,” ucapnya.
Sekadar diketahui, MK merupakan bocah yang hilang karena terbawa arus sungai saat bermain perosotan bersama adiknya AB, 8, di depan rumahnya.
Kedatangan banjir bandang yang mendadak itu mengakibatkan MK terbawa ke sungai. Beruntung AB dapat menyelamatkan diri. (ay/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta