Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Aktivitas Galian C di Pamekasan Jadi Atensi Bupati, Ditengarai Jadi Penyebab Banjir Tahunan

Ina Herdiyana • Rabu, 14 Mei 2025 | 22:38 WIB

 

BERTEDUH: Korban banjir berdiam diri di rumahnya di Kelurahan Petemon, Kecamatan Kota Pamekasan, Senin (12/5). (AYU LATIFAH/JPRM)
BERTEDUH: Korban banjir berdiam diri di rumahnya di Kelurahan Petemon, Kecamatan Kota Pamekasan, Senin (12/5). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Setiap tahun banjir melanda Kabupaten Pamekasan. Pemicunya bermacam-macam. Mulai dari penyempitan sungai, pendangkalan, hingga kerusakan lingkungan di bagian utara Kota Gerbang Salam yang notabene dataran tinggi.

Dengan demikian, saat hujan deras mengguyur, aliran sungai meluap hingga merendam permukiman warga.  Salah satu penyebab kerusakan lingkungan ditengarai karena aktivitas galian C.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyatakan, penyelesaian persoalan banjir harus diidentifikasi secara komprehensif mulai dari hulu hingga hilir sungai. Dengan begitu, penanganan yang dilakukan tepat, efektif, dan efisien.

Banjir sudah menjadi bencana musiman bagi warga Pamekasan. Dengan demikian, upaya yang harus dilakukan tidak cukup dengan  normalisasi. Sebab, upaya itu terbukti belum sepenuhnya efektif mengatasi banjir.

”Keyakinan kami bahwa pengerukan itu tidak terlalu berdampak terhadap pengurangan banjir. Tetapi, ada faktor lain,” tambahnya.

”Tidak cukup hanya dengan melakukan pengerukan. Kami berkeyakinan pengerukan tidak terlalu berdampak terhadap pengurangan banjir. Namun, ada faktor lain,” imbuhnya kemarin (13/5).

Orang nomor satu di Pamekasan itu memaparkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan persoalan banjir belum bisa dituntaskan. Di antaranya, kondisi tanah yang tidak mampu menyerap air. Juga kondisi sungai yang terlalu sempit menampung debit air.

”Sehingga harus ada perluasan anak sungai. Harapannya, ketika terjadi banjir bisa dimanfaatkan untuk pengalihan,” ucapnya.

Selain itu, banjir ditengarai oleh aktivitas galian C di dataran tinggi. Sehingga saat hujan deras mengguyur, debit air naik signifikan dan menyebabkan sungai meluber ke rumah-rumah warga.

Mantan anggota DPR RI itu berjanji akan menyisir dan mengindentifikasi keberadaan galian C di Bumi Ronggosukowati. Khususnya, galian C yang beroperasi secara ilegal.

”Pembangunan juga menjadi salah satu faktor penghambat jalan aliran air. Termasuk aktivitas masyarakat yang melakukan galian C,” terangnya.

Baca Juga: Dukun Cabul Ditangkap Polisi, Lancarkan Aksi terhadap Pasien di Pasean, Pamekasan

Pihaknya akan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan penertiban aktivitas penambangan.

Jika ditemukan ada yang tidak berizin, pemerintah akan melakukan tindakan tegas, yakni menutup segala aktivitas penambangan.

”Tetapi, kalau sudah berizin, kami akan lihat bagaimana volume penambangannya. Apakah sudah sesuai atau tidak,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Amin Jabir memaparkan, penanganan banjir dapat dipetakan menjadi tiga klaster. Yakni, jangka pendek, menengah, dan panjang.

Penanganan banjir dengan jangka pendek dapat dilakukan dengan normalisasi sungai. Sementara untuk jangka menengah dengan cara memperbesar daya tampung.

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang bisa dilakukan dengan cara membangun waduk atau membuat sungai baru.

”Namun, anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan penanganan banjir dengan jangka menengah dan panjang sangat besar,” terangnya.

Dengan demikian, upaya yang dapat dilakukan pemerintah hanya menormalisasi. Itu pun yang melaksanakan normalisasi yaitu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

”Pemprov dalam hal ini akan membantu biaya operasional dan akan mengintervensi peralatan ekskavator,” ucapnya.

Sedangkan penyebab banjir dipicu oleh beberapa hal. Misalnya, degradasi sungai, deforestasi, sampah, dan air permukaan. Salah satu penyebab deforestasi yaitu galian C.

”Hasil riset kami mengarah ke empat persoalan tadi. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pembenahan berjenjang dimulai dari hulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Achmad Fauzi memiliki pandangan berbeda. Dia menilai galian C tidak menjadi faktor utama terjadinya banjir. Namun, pihaknya mendukung upaya inventarisasi yang dilakukan pemkab.

Baca Juga: Pedagang Ancam Modifikasi Bangunan PJKA Pamekasan Setelah Tujuh Kios Langgar Kesepakatan

”Saat ini kami masih fokus mengantisipasi banjir dengan cara normalisasi sungai yang berkolaborasi dengan Pemprov Jatim. Harapannya, bisa mengurangi dampak penyebab banjir,” katanya.  (ay/jup)

           

 

Editor : Ina Herdiyana
#banjir tahunan #bupati #ATENSI #galian c