Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Wujudkan Lingkungan Sehat, Pamekasan Hanya Punya Lima Desa Proklim

Berta SL Danafia • Kamis, 8 Mei 2025 | 20:53 WIB
Lima desa di Pamekasan masuk dalam proklim. (Ilustrasi: Liberty Society)
Lima desa di Pamekasan masuk dalam proklim. (Ilustrasi: Liberty Society)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program Kampung Iklim (Proklim) 2025 di Kabupaten Pamekasan belum merata.

Buktinya, dari 178 desa dan 11 kelurahan, hanya ada lima desa yang masuk dalam proklim. Tahun ini, ada tiga desa yang diusulkan masuk verifikasi proklim.

Yakni, Desa Montok, Kecamatan Larangan; Desa Pagendingan, Kecamatan Galis; dan Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu.

Kepala DLH Pamekasan Supriyanto mengatakan, proklim bertujuan untuk mendorong gerakan masyarakat dalam mengendalikan perubahan iklim.

Selain itu, menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat. Dia mengeklaim, pengisian spektrum terkait administrasi pengusulan proklim tersebut sudah dilakukan.

Yakni, melalui aplikasi Sistem Registrasi Nasional Pengelolaan Perubahan Iklim (SRNPPI). Dokumen yang dituangkan dikoneksikan dengan desa terkait.

”Tahapan sudah dilakukan. Jadi tinggal menunggu keputusan verifikasi dari kementerian, apakah tiga desa yang diajukan tersebut lolos secara administrasi atau tidak. Mudah-mudahan masuk semua,” ungkapnya.

Program ini berjalan sejak 2023. Ada lima desa yang lolos sebagai desa proklim. Dua desa ditetapkan pada 2023 dan tiga desa lainnya pada 2024.

Tahun ini diharapkan jumlah proklim bertambah guna mewujudkan lingkungan sehat.

Supriyadi mengaku sudah menjalankan sejumlah program strategis.

Di antaranya pembinaan pengelolaan sampah melalui tempat pengolahan sampah reuse, reduce, and recycle (TPS 3R), penanaman pohon, dan program lainnya.

”Target kami, semua desa bisa mengikuti program ini. Ini bertahap, karena ada beberapa desa yang belum memenuhi syarat,” terangnya.

”Desa yang lolos nanti akan berpeluang mendapatkan reward dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Koordinator Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Angsanah Pamekasan Misruji menuturkan, penanganan dan pengelolaan sampah menjadi perhatian dunia.

Menurutnya, pengelolaan sampah butuh keterlibatan semua pihak.

”Kalau dari tingkat desa, bisa melalui proklim. Ini sangat positif dampaknya, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA,” pungkasnya. (lil/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#Desa #proklim #sehat #pamekasan #lingkungan