PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tempat tinggal Slamet, warga Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan, yang tinggal sebatang kara akan segera dibedah.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan sedang menyusun perencanaan untuk memperbaiki melalui program rumah tidak layak huni (RTLH).
Staf Fungsional Penata Kelola Perumahan DPRKP Pamekasan Dwi Budayana Eka memastikan bantuan bedah rumah untuk Slamet segera dilakukan.
Saat ini pihaknya sedang menyusun perencanaan perbaikan rumah tersebut.
Dwi menyebut, bantuan ini dimaksudkan supaya Slamet yang hidup sebatang kara dan dalam kondisi stroke itu bisa tinggal di rumah yang layak huni.
Sebab, rumah yang ditempati sangat memprihatinkan.
”Kami sudah koordinasi langsung dengan lurah Jungcangcang dan camat Pamekasan. Syarat administrasi akan segera dilengkapi,” kata Dwi kepada JPRM Minggu (4/5).
Lurah Jungcangcang Sukarsono bersyukur warganya mendapat perhatian langsung dari Bupati Kholil.
Dia berharap kebutuhan Slamet ke depan dapat terpenuhi melalui bantuan program pemerintah.
”Selama ini memang belum pernah mendapatkan bantuan karena tidak memiliki dokumen kependudukan,” tukasnya.
”Tapi alhamdulillah, ada perhatian dari pemkab. Mudah-mudahan segera terealisasi sehingga bisa tinggal di tempat yang layak,” tukasnya.
Sebelumnya, Bupati Kholil mendatangi kediaman Slamet pada Rabu (30/4).
Mantan anggota DPR RI itu juga mengecek kondisi rumah Slamet. Mulai kondisi bangunan, tempat tinggal, hingga kamar mandi.
”Ini tanggung jawab saya dan OPD terkait. Perbaikan tempat tinggalnya nanti kami upayakan melalui program RTLH sehingga rumahnya lebih nyaman ditempati,” pungkasnya. (lil/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia