Salah satu bentuk dukungan itu diwujudkan melalui bantuan pupuk bersubsidi.
Program yang dicanangkan untuk meningkatkan produktivitas perikanan tersebut nyatanya tidak menyasar di Kabupaten Pamekasan.
Sebab, tidak ada pelaku budi daya yang membutuhkannya.
Kabid Perikanan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) Pamekasan Luthfie Asy’ari menyampaikan, bantuan pupuk subsidi diperuntukkan untuk kolam tanah.
Sehingga, dapat menumbuhkan plankton untuk sumber makanan ikan.
”Sementara di Pamekasan budi daya lele menggunakan terpal,” katanya Selasa (22/4).
Luthfie menyampaikan, ketidaksesuaian spesifikasi tersebut menjadi alasan pelaku usaha di Pamekasan tidak mengajukan.
Hal serupa juga terjadi dengan pelaku usaha udang vaname.
Sebab, mereka memilih untuk memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri.
”Mungkin pendapatan mereka besar, jadi tidak harus subsidi. Sedangkan lele tidak perlu pupuk yang ada cairan khusus,” tambahnya.
Menurutnya, untuk mendapatkan alokasi pupuk subsidi, pelaku usaha harus melakukan pengajuan.
Baca Juga: Ada Pihak yang Berusaha Intervensi, Kaderi Sempat Diminta Cabut Laporan Kasus Dugaan Penganiayaan
Hanya, selama Luthfie menjabat sejak 2017, tidak ada pelaku budi daya perikanan yang mengajukan. Baik perorangan maupun kelompok.
Setidaknya ada 409 orang budi daya lele dan udang vaname 67 orang di Pamekasan.
”Tapi, belum ada yang mengajukan. Artinya, mereka tidak butuh,” pungkasnya.
Pelaku budi daya lele Desa Montok, Kecamatan Larangan, Badruddin Tohir menyampaikan, penggunaan pupuk sangat dibutuhkan oleh pelaku budi daya.
Sebab, dapat menekan harga pakan ikan yang terus menaik.
”Namun, rekayasa pakan alami ini tidak mudah, butuh pendampingan pelatihan khusus. Andai dinas memfasilitasi, kami siap mengajukan,” ungkapnya. (ay/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta