PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri, terjadi lonjakan konsumsi daging ternak.
Akibatnya, aktivitas pemotongan di rumah potong hewan (RPH) meningkat. Padahal, jumlah juru sembelih sangat terbatas.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Indah Kurnia Suliatiorini memaparkan, untuk memastikan keamanan daging ternak, pihaknya melakukan pemeriksaan di pasar tradisional.
”Kami melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem di empat RPH,” katanya.
Menurutnya, saat melakukan pemeriksaan, pihaknya mengerahkan tim medis veteriner.
Sedangkan untuk pemotongan ternak ruminansia di RPH, pemeriksaan dilakukan oleh juru sembelih.
”Kalau pemeriksaan di RPH dilakukan setiap hari. Kalau di pasar sejak awal bulan.” tambahnya.
Indah menyebutkan, intitusinya memiliki empat RPH. Yakni, tersebar di RPH di Kecamatan Kota Pamekasan, Pakong, Waru, dan dua di Kecamatan Palengaan.
”Sedangkan jumlah juru sembelih sebanyak lima orang,” paparnya.
Menurutnya, jumlah pemotongan hewan di momen Lebaran meningkat. Namun, pihaknya menambah jam operasional dan RPH beroperasi sejak pukul 23.00.
”Biasanya beroperasi setelah subuh,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta