PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tahun ini menargetkan 20 produk olahan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dijual di toko modern. Selama ini jumlah produk yang dijajakan di toko modern terbilang minim.
Kabid Produktivitas Kerja Diskop UKM dan Naker Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati mengeklaim sudah ada 19 produk UMKM yang dipajang di rak toko modern.
Jumlah tersebut terbilang rendah. Sebab, ada sekitar 75 produk olahan UMKM di Kota Gerbang Salam.
”Kami lakukan secara bertahap. Sebab, memang sangat sulit untuk mendapatkan akses atau izin pemasaran di ritel modern,” kata Ika saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Ika mendorong pelaku UMKM yang ada di Bumi Pamelingan lebih kreatif dan inovatif. Dengan begitu, produk olahannya mampu bersaing dan bisa dipasarkan di toko modern.
Diterangkan, produk UMKM yang lolos kurasi penilaian hanya 12 produk. Dari jumlah tersebut, dua produk gagal mendapatkan barcode. Hanya sepuluh yang berhasil dipajang di toko modern.
”Proses perizinannya ketat. Karena itu, banyak pelaku usaha yang belum bisa memenuhi syarat standar produk. Misalnya seperti sertifikasi halal, izin PIRT, BPOM, rasa produk, desain kemasan, dan sebagainya,” ungkapnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi mengingatkan supaya proses pendampingan dan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.
”Sehingga evaluasi dapat dilakukan secara berjenjang agar produk olahan pelaku UMKM lebih mudah dijajakan di toko modern,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Achmad Andrian F