PAMEKASAN, RadarMadura.id - IBS PKMKK aktif menggerakkan literasi santri.
Hal itu sesuai dengan visi berdirinya lembaga pendidikan yang bertujuan menjawab kebutuhan generasi di era digitalisasi. Itu disampaikan Direktur Utama IBS PKMKK Achmad Muhlis.
Dia mengutarakan, saat ini jumlah santri yang bermukim di padepokan ratusan orang.
Mereka tidak hanya dikuatkan dalam unsur akidah dan fikih. Namun, juga ditekankan aktif dalam dunia literasi.
Baca Juga: Program Bantuan RTLH Pemkab Sumenep dapat Dicairkan Bulan Ini
Muhlis memaparkan, manuskrip yang dikoleksi membantu dalam menggerakkan literasi santri. Pihaknya menanamkan semangat literasi dengan manuskrip tersebut.
Termasuk Al-Qur’an peninggalan Sunan Gunung Jati. Manuskrip tersebut menjadi refleksi bagaimana para Wali Allah menerapkan literasi melalui Al-Qur’an yang ditulis tangan.
”Jika santri sekarang susah menulis, mengapa mereka tidak belajar dari manuskrip. Para wali terdahulu harus menyiapkan kertas untuk menulisnya. Refleksi itu yang kami tekankan kepada santri,” paparnya.
Untuk meningkatkan literasi para santri, lanjut Muhlis, pihaknya menekankan beberapa pilihan program.
Yakni, one day one ayat, one hadith one presentation, one week three languange, one student one laptop, dan lainnya. Dari program tersebut, para santri diarahkan untuk merangkumnya.
”Belajar apa pun, mereka (santri) wajib membawa buku dan bolpen. Beberapa sudah dikembangkan dalam literasi digital sesuai fokus kami, yakni literasi digital,” terangnya.
Muhlis mengutarakan, dengan beberapa prasarana penunjang saat ini karya santri berkembang.
Di antaranya, berhasil melahirkan karya visualisasi, 30 cerita bergambar, cerpen, serta berhasil mencetak 12 buku.
Baca Juga: Polisi Imbau Masyarakat Tingkatkan Keselamatan Berkendara
”Mereka memiliki bekal dari padepokan, tinggal bagaimana mengimplementasikannya ketika melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta