PAMEKASAN, RadarMadura.id – Target pungumpulan zakat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pamekasan tahun ini cukup besar. Bahkan, nominalnya meningkat dibandingkan 2024. Buktinya, targetnya menembus Rp 4 miliar.
Waka I Bidang Pengumpulan Baznas Pamekasan Abd. Rahman Abbas mengatakan, tahun ini pihaknya sedang berupaya merealisasikan target. Yakni, target dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS). ”Target kami tahun ini Rp 4,053 miliar,” katanya.
Dia menjelaskan, dibanding tahun lalu target ZIS mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tahun 2024 lembaganya hanya ditarget Rp 3,8 miliar. Tahun ini ada penambahan sekitar Rp 200 juta.
”Semua daerah ditambah targetnya. Salah satu pertimbangannya, merujuk pada target nasional yang juga mengalami peningkatan,” tambahnya.
Dia menambahkan, realisasi pengumpulan zakat hingga Jumat (21/3) baru mencapai Rp 165 juta. Perinciannya, Januari terealisasi Rp 62 juta, Februari Rp 53 juta, dan Maret baru Rp 50 juta. Padahal secara target, pegumpulan di bulan Maret (Ramadan) targetnya cukup tinggi dibanding bulan lain.
”Paling banyak realisasi pada bulan Ramadan. Target pengumpulan zakat di bulan Ramadan Rp 600 juta,” terangnya.
Abbas memaparkan, target di bulan Ramadan memang dipatok tinggi. ”Target tahun ini meningkat dari Rp 300 juta menjadi Rp 600 juta,” paparnya.
Untuk merealisasikan target zakat tersebut, kata Rahman Abbas, pihaknya melakukan beragam upaya. Mulai dari sosialisasi hingga kampanye di berbagai media. Terutama kepada pihak yang berkewajiban menyerahkan ZIS.
”Misalnya, ASN. Sebab berdasar inpres, setiap ASN yang beragama Islam wajib menyerahkan zakat ke Baznas,” pintanya.
Dia menambahkan, meski realisasi zakat di Pamekasan terbilang rendah, namun hal itu dapat tertutupi dengan sumber zakat yang lain.
Misalnya dari perorangan, lembaga, bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. Juga dari dana sosial keagamaan lainnya (DSKL).
”Tapi, kami optimistis memenuhi target. Sebab, terkadang masyarakat membayar zakat di akhir bulan,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Ina Herdiyana