PAMEKASAN, RadarMadura.id – KH. Muhammad Thoha berperan penting dalam menegakkan syiar Islam di tengah masyarakat Kabupaten Pamekasan.
Berbagai macam cara dilakukan meski banyak rintangan menghadang. Satu di antara perjuangan yang dilakukan yakni melalui pendidikan agama di pesantren.
Pesantren yang dirintis oleh tokoh masyhur tersebut adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah Sumber Gayam yang terletak di Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Pamekasan.
Kiai Thoha merupakan pemimpin Laskar Hizbullah di Pulau Garam. Sebuah pasukan yang konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Kiai Thoha mendirikan Ponpes Al-Falah Sumber Gayam pada 1924 Masehi atau 1346 Hijriah.
Semula, Kiai Thoha berdomisili di Ponpes Kembang Kuning, Desa Lancar, Kecamatan Larangan.
Ulama karismatik itu mendirikan Ponpes Al-Falah Sumber Gayam, Desa Kadur, Kecamatan Kadur, atas permintaan masyarakat.
”Jadi, Abah (Kiai Thoha, Red) pindah ke sini karena memenuhi harapan masyarakat,” ujar Pengasuh Ponpes Al-Falah Sumber Gayam KH. M. Afifuddin Thoha.
”Ada yang memberi jariyah tanah, seorang tokoh masyarakat bernama Haji Asyari,” sambungnya.
Kiai Thoha memimpin pesantren tersebut sekitar 40 tahun. Salah satu ulama yang berperan dalam berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan itu meninggal pada 1970.
Kepergian Kiai Thoha menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Bumi Pamelingan.
Tonggak kepemimpinan pesantren digantikan oleh putra Kiai Thoha, KH. Moh. Lutfi Thoha. Dia memimpin lembaga pendidikan tersebut hingga 2013.
Dalam rentang waktu itu, Ponpes Al-Falah Sumber Gayam mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Beberapa lembaga pendidikan formal didirikan. Baik di tingkat dasar hingga menengah.
Antusiasme masyarakat untuk memondokkan anak-anaknya ke Ponpes Al-Falah Sumber Gayam semakin tinggi.
Setelah ditinggal Kiai Lutfi, posisi pengasuh pesantren digantikan oleh KH. Hefni Thoha. Dia memimpin Ponpes Al-Falah Sumber Gayam selama sepuluh tahun.
Kiai yang dikenal sebagai sosok yang rendah hati itu meninggal pada 2023.
Selama kurun waktu itu, pesantren bertransformasi menuju pendidikan unggul dengan berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah (STAIFA) Pamekasan.
Adanya perguruan tinggi tersebut sesuai keinginan mulia dari KH. Moh. Lutfi.
Sebagai pengasuh keempat, KH. M. Afifuddin Thoha berkeinginan agar pesantren bisa tetap berdiri kokoh hingga hari akhir.
”Tidak ada rotan, maka akar pun jadi. Ini (saya sebagai pengasuh, Red) sudah adanya seperti ini,” tukasnya. (afg/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia