PAMEKASAN, RadarMadura.id - Sejumlah dosen Universitas Brawijaya (UB) melakukan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.
Pengabdian bertajuk Scientists of UB Goes To School tersebut difokuskan untuk mengedukasi kesehatan mata dan gigi terhadap siswa dan guru di SDN Montok 1, Larangan, Pamekasan
Koordinator Pengabdian Masyarakat UB Mohammad Nuh menyampaikan, bahwa program tersebut diselenggarakan untuk mentransfer ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan di perguruan tinggi. Implementasi keilmuannya juga dilakukan untuk mengabdi terhadap masyarakat.
"Program ilmuwan UB sambang masyarakat ini menunjukkan bahwa ilmuwan tidak hanya mengembangkan teknologi dan ilmu pengetahuan di kampus saja, tapi juga ke masyarakat," katanya Jumat (21/2).
Baca Juga: Dosen FIA Universitas Brawijaya Melakukan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Lenteng
Ada dua kegiatan yang diselenggarakan di Desa Montok. Yaitu penyuluhan kesehatan mata dan gigi di SDN Montok 1. Selain itu diskusi dengan pengurus BUMDes tentang peran teknologi informasi pengembangan kelembagaan BUMDes.
"Di sekolah ini kami mentransfer ilmu untuk guru dan siswa akan deteksi dini gangguan pada mata dan gigi," tambahnya.
Sementara, untuk BUMDes bertujuan untuk memberikan kontribusi positif untuk pertumbuhan perekonomian di desa. Apalagi dunia bisnis saat ini cukup berdaya saing. Sehingga penguatan kelembagaan melalui pengabdian ini bisa menjadi solusi bagi perkembangan BUMDes.
"Khususnya pengembangan bisnis secara online harus diprioritaskan. Baik dari segi pemasaran dan pengelolaan keuangan BUMDes," jelasnya.
Salah satu Dosen Fakultas Kedokteran UB Nadia menyampaikan, edukasi dini gangguan kesehatan mata sangat penting. Karena jika tidak disadari akan berakibat fatal.
"Seperti juring dan mata malas ini sangat tidak baik untuk kesehatan mata. Harapannya, melalui penyuluhan ini mereka bisa deteksi mandiri," ungkapnya.
Hal yang sama juga disampaikan dosen dan spesialis gigi Merly bahwa meningkatkan kesadaran akan merawat gigi juga tidak kalah penting. Sehingga ada rasa keperdulian terhadap kesehatan sejak dini.
"Semoga kesadaran siswa tumbuh sejak awal dalam memelihara giginya," paparnya.
Terpisah, Direktur RSUD Smart Pamekasan Budi Santoso menyampaikan, bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan ilmuwan tersebut yang telah perduli akan kesehatan masyarakat. Harapannya kegiatan tersebut terus berlanjut agar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Semoga ini menjadi motivasi bagi siswa untuk mengikuti jejak guru besar tersebut. Kalaupun ada temuan penyakit dibawah silahkan dikonsultasikan lebih lanjut ke RSUD," pintanya.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dikoordinatori oleh Mohammad Nuh. Sedangkan para dosen yang mengikuti kegiatan tersebut diantaranya Widodo, Ahmad Sabaruddin, Sugiono, Merlya Balbeid, Nadia Artha Dewi, Candra Dewi, Mufidah Afiyanti, Runi Asmaranto. Delegasi Universitas Brawijaya tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. (ay/dry)
Editor : Hendriyanto