PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keberuntungan setiap orang dalam mencari penghasilan tidak sama.
Misalnya, Winda Ayu Safitri yang berhasil memiliki penghasilan menggiurkan setelah memiliki kedai mi.
Padahal, dia sempat ditolak saat melamar sejumlah pekerjaan.
Warga Dusun Sumber Raya Timur, Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Pamekasan, itu semula tidak pernah terlintas akan memiliki usaha sendiri.
Sebab, dia berniat ingin menata karier dengan melamar pekerjaan.
Namun, usaha yang tidak disangka-sangka miliknya malah memberikan penghasilan yang cukup.
”Berawal dari melamar pekerjaan yang selalu ditolak, sedangkan saya komitmen harus punya pemasukan, akhirnya berjualan mi ini,” katanya.
Usaha dengan jargon Mie Lava Nyengit itu dimulai pada 2023. Saat itu dirinya tebersit membuka usaha mi setelah melihat peluang di desanya yang banyak suka makan mi.
Untuk mendapatkan cita rasa yang pas, dia harus mencoba berbagai macam resep.
”Saya uji coba dulu ke beberapa teman dan saudara. Pas satu bulan, saya mendapatkan cita rasa yang sesuai,” tambahnya.
Mi yang dijual dibanderol hanya Rp 10 ribu. Menu tambahan lainnya, seperti dimsum ayam, chicken cheese, nuget ayam, dan sosis jumbo dimulai dari harga Rp 8 ribu.
Penjualan terus meningkat dari hari ke hari. ”Yang semula sehari hanya lima porsi, kini sehari bisa tembus 50 porsi. Alhamdulillah,” paparnya.
Winda memaparkan bahwa awalnya dirinya hanya berjualan via online dan mengantarkan ke rumah setiap pembeli.
Namun, pada November 2024, dirinya memberanikan diri membuka kedai.
Hal itu setelah dirinya mendapatkan dorongan dari customer dan banyaknya permintaan dari pelanggan.
”Alhamdulillah, karena banyaknya permintaan customer ingin makan di tempat, jadi saya berani buka kedai. Kini pelanggan tambah banyak,” ungkap perempuan 24 tahun itu.
Meskipun usahanya dimulai dengan cara otodidak, usaha mi Winda memberikan untung menggiurkan dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebab, dalam satu hari dirinya bisa memperoleh omzet Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu.
”Perlahan, untung ini saya kembangkan dengan menambah peralatan atau perabotan. Alhamdulillah, biaya nikah secara mandiri saya dapatkan dari usaha mi ini,” pungkasnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti