SUMENEP, RadarMadura.id – Pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya menempati area Monumen Arek Lancor berhasil ditertibkan.
Sejumlah PKL mulai menempati area Food Colony yang disediakan pemerintah di Jalan Kesehatan, Pamekasan.
Sayangnya, tahun ini Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan tidak menyiapkan anggaran pemeliharaan Food Colony.
Alasannya, tahun lalu area tersebut sepi sehingga dinilai tidak membutuhkan anggaran perawatan.
”Kami tidak mengajukan anggaran pemeliharaan karena sebelumnya sepi peminat. Yang ramai baru-baru ini setelah dilakukan penertiban PKL di Arek Lancor,” kata Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Muttaqin.
Berdasarkan data Diskop UKM dan Naker Pamekasan, ada 140 hingga 150-an PKL sudah menempati bangunan yang menelan anggaran Rp 3,5 miliar itu.
Muttaqin mengeklaim, kios-kios yang sebelumnya sepi peminat, saat ini sudah diisi PKL.
”Meskipun tidak ada anggaran khusus pemeliharaan, pemkab akan memenuhi fasilitas yang dibutuhkan para PKL di sana. Seperti air, listrik, tenda, dan beberapa fasilitas lainnya yang dibutuhkan,” tegas mantan camat Tlanakan itu.
Muttaqin mengungkapkan, biaya air dan listrik dibayar secara mandiri oleh setiap PKL.
Tahun depan pihaknya memastikan akan mengupayakan ada anggaran pemeliharaan untuk merawat aset daerah tersebut.
”Anggaran pemeliharaan menyesuaikan dengan kebutuhan pedagang dan pemenuhan fasilitas pendukung lain. Kami juga melihat ketersediaan anggaran. Kalau untuk renovasi kios besar-besaran sepertinya tidak ada,” tukasnya. (lil/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta