KOTA, RadarMadura.id – Wacana pembangunan taman budaya di Pamekasan sudah bergulir sejak 2022. Lokasi yang jadi dipilih adalah Taman Asri Kowel. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan dari Pemkab Pamekasan.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan Siti Fatimah tidak menampik adanya wacana tersebut.
Dia mengeklaim sempat mengajukan proposal pembangunan taman budaya di Taman Asri Kowel. Namun, saat itu tidak disetujui.
”Tahun 2022 kami sudah mengajukan pembangunan taman budaya di Kowel. Konsepnya sudah dibuat lengkap dengan rencana anggarannya.
Kalau tidak salah, butuh anggaran sekitar Rp 30 miliar,” kata Fatim kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) Widya Pratopo menilai, idealnya Kota Gerbang Salam sudah memiliki taman budaya dengan fasilitas mumpuni.
Penyediaan sarana tersebut tertuang dalam Undang-Undang 5/2027 tentang Pemajuan Kebudayaan.
”Kalau mengacu pada undang-undang pemajuan kebudayaan, salah satunya adalah pemerintah daerah diharapkan membangun taman budaya. Dari dulu kami berharap Pamekasan memiliki taman budaya,” terangnya.
Menurut Widya, keberadaan taman kebudayaan akan sangat berdampak terhadap pelestarian dan pemajuan seni dan budaya di Pamekasan.
Dengan pengelolaan yang baik dan fasilitas yang lengkap, akan menjadi pusat berekspresi pelaku seni dan budaya.
”Jika terwujud, dampaknya akan berimbas terhadap sektor yang lain. Pelaku UMKM bisa laku, dinas perhubungan bisa kerja sama terkait pengelolaan parkir,” tegasnya.
Ketua Karang Taruna (Katar) Pamekasan Moh. Faridi menyatakan, pembangunan fasilitas kebudayaan harus memiliki dampak manfaat yang besar.
Tidak hanya untuk kesenian dan kebudayaan saja. Tetapi, juga berdampak pada sektor ekonomi.
Anggota DPRD Pamekasan itu mengingatkan adanya kajian yang komprehensif terkait tata ruang yang direncanakan. Sehingga, pembangunan taman budaya dapat mengurai beberapa persoalan yang ada di Pamekasan.
”Atas nama kebudayaan saya berani berdiri di depan. Saya sudah janji kepada teman-teman penggerak seni dan budaya di Pamekasan. Sudah saatnya Pamekasan punya taman budaya seperti di Jogjakarta atau Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Achmad Andrian F