PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemkasan akan merevitalisasi kawasan Arek Lancor (Arlan). Termasuk kawasan Masjid Jamik Asy-Syuhada yang akan disulap menjadi tempat wisata religi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Amin Jabir menyatakan, penyusunan green design Arlan mulai dilakukan. Tujuannya, menghilangkan kesemrawutan jantung Kota Gerbang Salam.
Penataan ulang Arlan juga untuk mengatasi kebutuhan tempat parkir lembaga pemerintahan maupun swasta. Selain itu, sebagai tempat parkir rumah ibadah di kawasan Arlan.
”Termasuk untuk merevitalisasi kawasan Masjid Jamik yang akan dijadikan wisata religi,” katanya.
Penyusunan green design Arlan digarap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan. Kebijakan itu diharapkan membuat Arlan menjadi kawasan tanpa hambatan lalu lintas (lalin).
Persoalan yang sempat menghambat rencana revitalisasi adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Namun, problem itu sudah diatasi dengan merelokasi PKL ke Food Colony.
Kepala DLH Pamekasan Supriyanto menyatakan, penyusunan green design revitalisasi akan menggunakan jasa konsultan. Sedangkan proses revitalisasinya belum dapat dipastikan kapan bisa dilaksanakan.
Saat ini DLH memilih fokus untuk memperluas ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Arlan. ”Selain menyusun perencanaan, kami melakukan penambahan yang lain (RTH).
Sementara anggaran revitalisasinya belum ditentukan karena green design-nya masih disusun tahun ini,” katanya. (ay/jup)
Editor : Ina Herdiyana