PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pada periode Januari tahun ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pamekasan menerima dua ribu keping blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dari pemerintah pusat. Namun, semuanya ludes dan dinyatakan kosong sejak kemarin (22/1).
Kabid Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Disdukcapil Pamekasan Achmad Nashirullah menyebut, ribuan keping blangko diterima dalam dua periode. Seribu keping blangko diterima di awal bulan, sisanya baru diterima pada Jumat (17/1).
”Dari pusat sekarang pengirimannya tersendat-sendat. Kami tidak tahu kendalanya apa. Sekarang blangkonya habis,” kata Nashirullah saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Disdukcapil Pamekasan menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan identitas kependudukan digital (IKD). Meski begitu, pihaknya tetap melayani proses perekaman KTP meskipun blangko habis.
”Bagi yang tidak memiliki android, kami berikan biodata penduduk. Syaratnya lebih ketat, harus orangnya sendiri atau perwakilan yang satu kartu keluarga (KK),” tuturnya.
Nashirullah tidak bisa memastikan kapan blangko e-KTP akan tersedia. Sebab, pengiriman menjadi kewenangan pemerintah pusat. Termasuk jumlah kuota yang akan diberikan.
”Biasanya setiap kabupaten dapat seribu keping. Kapan turunnya, kami belum tahu. Tidak ada jadwal pasti dari pusat. Namun, kami sudah membuat laporan,” tegasnya.
Kepala Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Syaiful Bahri mengaku belum menerima keluhan dari warganya terkait layanan kependudukan. Namun, dia berharap kekosongan blangko e-KTP segera dicarikan solusi.
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Keppo Tuntas, Pemanfaatan Tunggu Pemerintah Pusat
”Pelayanan itu harus sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Sebab, pelayanan itu kewajiban dari instansi terkait, dalam hal ini disdukcapil. Tidak adanya blangko harus dievaluasi dan dicarikan solusi,” pintanya. (lil/bil)
Editor : Achmad Andrian F