PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pencarian terhadap Darwin dihentikan Senin (6/1).
Pasalnya, pemuda 17 tahun itu ditemukan sudah tidak bernyawa di sekitar pesisir Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan.
Jasad pemancing itu ditemukan tujuh kilometer arah timur dari tempat dia tenggelam.
Jenazah Darwin pertama ditemukan oleh nelayan. Kemudian, informasi diteruskan pada Syahbandar Branta Pesisir dan tim search and rescue (SAR) di lokasi. Kemudian, tim segera bergerak ke koordinat laporan.
Kasatpolairud Polres Pamekasan Ipda Isrok Wahyudi mengungkapkan, jenazah Darwin ditemukan jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan.
Yaitu, berada di koordinat 7°13'57,019"S 113°28'14,79"E.
”Tim menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Tepatnya, pada pukul 08.45. Sebelumnya, kami, tim gabungan, sudah memulai pencarian dan pertolongan pada pukul 07.00 tadi pagi (kemarin, Red),” ungkap perwira Polri itu.
Isrok melanjutkan, jenazah tiba di dermaga sekitar pukul 09.00.
Kemudian, mayat laki-laki itu dievakuasi ke Puskesmas Tlanakan untuk mengetahui penyebab kematian.
Namun, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan otopsi.
”Karena sudah ada kesepakatan keluarga, maka jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Dengan ditemukannya jenazah korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup,” tegas Isrok.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ambat Moh. Sugianto mengaku menerima laporan penemuan mayat warganya itu sekitar pukul 07.00.
Selanjutnya, dia bergegas menuju lokasi setelah mendapatkan kabar tersebut.
”Benar bahwa jenazah yang ditemukan nelayan itu adalah Darwin, pemuda yang hilang saat pergi memancing di perairan Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan,” ujarnya.
Darwin dan Zen Abdurrahman pergi memancing menggunakan perahu dayung pada Sabtu (4/1) sekitar pukul 14.00.
Keduanya tiba di lokasi tujuan sekitar pukul 17.00. Tidak lama dari itu, perahu yang ditumpangi tenggelam.
Zen berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas di lokasi itu. Dia tiba Pelabuhan Branta sekitar pukul 19.00.
Sementara, Darwin hilang. Tim SAR yang mendapat laporan tersebut segera bergerak.
Informasi sementara, perahu yang digunakan oleh dua pemancing itu miring dan terbalik.
Keduanya terombang-ambing di lautan. Zen mengaku sempat memegang Darwin. Namun, tenaga pemuda 20 tahun itu tidak bertahan lama. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti