PAMEKASAN, RadarMadura.id – Jika perusahaan air minum Le Minerale punya slogan andalan ada manis-manisnya, maka durian lokal Pamekasan juga memiliki tagline tak kalah menarik. Yakni, ada pahit-pahitnya.
Rasa pahit yang khas itu rupanya disukai oleh banyak lidah. Terutama, bagi pemburu buah durian.
Mereka yang tak suka dengan rasa manis yang berlebihan, maka durian lokal Pamekasan bisa menjadi opsi untuk dicicipi.
Hal itu diakui oleh Nur Lailatul Qudriyah. Gadis 21 tahun itu mengaku tidak pernah menyukai buah durian.
Namun, dia akan mempertimbangkan setelah mencicipi durian lokal di Wisata Puncak Ratu Pamekasan, Jumat (3/1).
”Aroma durian itu kan aromanya kuat banget. Rasa manisnya itu terlalu berlebihan. Jadi, buat orang yang mungkin kali pertama nyobain durian pasti merasa enek. Tetapi, durian lokal (Pamekasan, Red) ini justru berbeda,” tuturnya.
Perempuan yang karib disapa Ila itu mengaku tidak pernah bisa menghabiskan satu biji durian sebelumnya.
Namun, rasa pahit durian lokal Pamekasan itu mampu membuatnya tertantang untuk mencicipi durian lebih dari sekadar satu biji.
”Memang tidak bisa langsung makan dengan jumlah yang banyak. Apalagi, bagi mereka yang benar-benar tidak pernah suka buah durian sebelumnya. Tapi, saya merekomendasikannya bagi masyarakat yang ingin coba-coba,” ucapnya.
Meski tak semanis durian jenis musang king atau montong, Ila cukup yakin bahwa durian lokal di tanah kelahirannya itu bisa laku di pasaran.
Terutama, bagi para pencinta durian yang memang tidak suka rasa manis berlebihan. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti