PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sebagian orang mungkin tidak suka dengan aroma menyengat durian.
Namun, pencinta buah dengan nama latin durio zibethinus itu tidak pernah pupus. Bahkan, cenderung bertambah.
Di toko milik Salamah, ratusan durian bisa terjual setiap hari.
Banyak pembeli dari luar daerah yang mampir ke tempatnya.
Harga yang ditawarkan juga relatif murah. Mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 70 ribu.
Salamah tidak hanya menjual durian per buah. Dia juga menyediakan paket harga tertentu.
Misalnya, empat durian ukuran kecil seharga Rp 100 ribu. Sebelum dibawa pulang, pembeli bisa mencicipi daging buah lebih dulu.
Durian yang paling populer adalah jenis durian kasur. Kemudian, kuning mentega, dan susu.
Ketiga jenis buah lokal itu memiliki rasa manis yang mampu memikat lidah para pencinta durian. Tak heran jika mereka ketagihan.
”Kadang yang sudah pernah beli, datang kembali. Mereka mengaku ketagihan. Ya, setiap jenis durian punya cita rasa yang khas. Tentu disesuaikan dengan selera. Tetapi, yang paling laku itu jenis durian kasur,” ujar Salamah.
Tidak hanya durian lokal, jenis montong juga bisa ditemui di wilayah tersebut. Rasanya pun tidak jauh berbeda dengan yang ada di Thailand.
Menurut Salamah, hampir semua jenis durian bisa tumbuh subur di Pamekasan.
”Meski ada banyak durian berkelas, tetapi yang lokal juga tak kalah enak. Bahkan, banyak yang suka. Durian kasur misalnya. Yang paling banyak laku di lapak saya ya jenis itu. Terlebih, harganya terjangkau,” ungkap Salamah. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti