Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jelang Nataru, Stok Beras Tinggal 400 Ton

Achmad Andrian F • Rabu, 27 November 2024 | 17:04 WIB
TERTATA RAPI: Pegawai Perum Bulog Cabang Madura mengecek beras di gudang penyimpanan yang berlokasi di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Rabu (25/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
TERTATA RAPI: Pegawai Perum Bulog Cabang Madura mengecek beras di gudang penyimpanan yang berlokasi di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Rabu (25/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

KOTA, RadarMadura.id – Antisipasi lonjakan harga beras menjelang libur Natal dan tahun baru (nataru) mulai dilakukan.

Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Madura menyiapkan 400 ton beras untuk menjaga ketersediaan beras di empat kabupaten di Pulau Garam.

”Masing-masing kabupaten di Madura ada 100 ton. Jadi, total stok saat ini 400 ton,” ujar Pimpinan Perum Bulog Cabang Madura Kuswadi kemarin (26/11).

Ribuan ton beras itu dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di momentum nataru. Sebab, serapan beras di empat kebupaten di Madura tidak sampai 100 ton tiap bulannya.

Kuswadi memaparkan, terdapat dua program pemerintah untuk mengintervensi pasar agar harga beras tidak mengalami kenaikan. Yakni, melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras.

”Penyaluran SPHP dilakukan toko-toko ritel dan kerja sama dengan pemkab di masing-masing kabupaten untuk mengadakan pasar murah,” tuturnya.

Selama 2024, penjualan beras Bulog melaui program SPHP mencapai 2.150 ton. Perinciannya, serapan di Kabupaten Bangkalan 525 ton, Sampang 400 ton, Pamekasan 850 ton, dan di Kabupaten Sumenep 375 ton.

”Tertinggi Pamekasan, yang lain lebih rendah karena bisa menanam padi dua hingga tiga kali selama satu tahun. Selain itu, masyarakat juga menyimpan sebagian hasil panennya untuk stok konsumsi,” tegasnya.

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Firda Eka Diana menyatakan stok beras yang ada di Bulog sangat cukup. Namun, pihaknya tidak bisa lagi menggelar kegiatan pasar murah menjelang nataru.

”Kegiatan sudah hampir selesai. Sepanjang 2024 kami sudah menggelar enam kali kegiatan pasar murah. Sumbernya dari APBD tiga kali, dari provinsi dua kali, dan dari pusat satu kali,” tegasnya. (lil/jup)

Editor : Achmad Andrian F
#beras #nataru #stok beras