Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ubi Jalar Kaya Manfaat, Penanaman dan Perawatan Tidak Ribet

Achmad Andrian F • Minggu, 3 November 2024 | 15:58 WIB
DICONGKEL: Muina menunjukkan hasil panen ubinya di Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Sabtu (19/10). (AYU LATIFAH/JPRM)
DICONGKEL: Muina menunjukkan hasil panen ubinya di Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Sabtu (19/10). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Petani mungkin sudah lumrah dengan menanam umbi-umbian berjenis ubi jalar.

Sebab, petani akan menanam ubi di sekitar ladang pertanian untuk budi daya sampingan. Uniknya, ubi ini memiliki tiga warna jenis daging.

Penanaman ubi jalar tidak perlu trik khusus. Karena jenis tanaman tersebut merupakan tanaman liar yang mudah tumbuh di mana saja.

”Untuk menanam kembali, saya cukup mencari di sawah untuk bisa saya tanam kembali,” ujar salah seorang petani Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Muina, Sabtu (19/10).

Proses penanaman ubi jalar mudah dan murah. Muina hanya cukup mengambil tunas muda ubi untuk ditanam kembali. Hasilnya, tanaman ubi jalar akan berkembang dengan sendirinya.

”Saya cukup memotong batang tumbuhan ubi menjadi beberapa bagian. Nanti akan tumbuh lagi,” tambahnya.

DICONGKEL: Muina menunjukkan hasil panen ubinya di Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Sabtu (19/10).  (AYU LATIFAH/JPRM)
DICONGKEL: Muina menunjukkan hasil panen ubinya di Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Sabtu (19/10). (AYU LATIFAH/JPRM)

Ciri tumbuhan ubi jalar memang tidak jauh dari namanya. Yakni, tumbuh dengan menjalar atau merambat di tanah.

Daunnya memiliki tiga ruas dengan warna hijau dan keunguan yang menandakan warna ubi. Biasanya ubi akan tumbuh pada bulan kedua setelah masa penanaman.

”Jika ingin besar hasilnya, dipanen di usia tiga bulan. Jika tanah sudah retak, itu menandakan ubi siap dipanen,” ungkapnya.

Perempuan 50 tahun tersebut biasa menanam ubi bersamaan dengan pohon tembakau atau musim tanaman lainnya.

Karena secara perawatan ubi hanya menyerap air dari penyiraman tanaman di sampingnya. Sementara untuk pupuk, dirinya hanya cukup menaburi satu kali.

”Kadang kalau memang kering, dua kali sudah cukup hingga masa panen. Karena banyak air disaat berbuah akan membuat ubi rusak,” jelasnya.

Tanaman ubi yang tumbuh di bawah tanah tersebut memiliki tiga warna daging yang tidak sama. Yakni berwarna ungu, kuning, dan putih. ”Rasanya agak manis, tapi kalau saya lebih suka yang ungu. Lebih manis,” jelasnya.

Menurutnya, ubi jalar merupakan makanan pelengkap. Biasanya petani akan merebus, mengukus atau diolah menjadi orap atau urap, kolak, dan keripik. ”Kadang dijual di pasar. Tapi, biasanya kami dibuat orap untuk bekal ke sawah,” tuturnya.

Dikutip dari alodokter.com, ubi jalar memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Yakni, memperkuat sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mata, menambah energi, dan meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

Selain itu, bermanfaat untuk mengendalikan gula darah, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan risiko terkena kanker. (ay/luq)

Editor : Achmad Andrian F
#Manfaat Ubi Jalar #ubi jalar #ubi #manfaat #Petani