PAMEKASAN, RadarMadura.id – Usaha rumahan menjadi peluang menjanjikan. Seperti menyulap halaman rumah menjadi budi daya lele.
Ikan-ikan yang dipanen dari halaman rumahnya itu berhasil mengisi dompet dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Pelaku budi daya lele Ach. Suparto menuturkan, awalnya dirinya hanya iseng-iseng membudidayakan lele.
Hal itu untuk mencoba tingkat keberhasilan dalam budi daya. Namun, usaha itu digeluti hingga 13 tahun.
”Saya awal mencoba itu tahun 2011. Alhamdulillah, berhasil dan berlanjut sampai sekarang,” katanya.
Saat ini dirinya telah memiliki enam kolam yang berisi 200 kilogram lele atau 5.000 bibit.
Satu kilogram lele dipatok harga Rp 27 ribu. Hanya, yang layak dijual berusia tiga bulan.
”Kecil besar, harganya tetap, karena yang dihitung tetap beratnya. Cuma yang lebih kecil isinya lebih banyak,” paparnya.
Meskipun usaha rumahan, namun pria yang juga ketua RT 06, RW 03, tersebut cukup menghasilkan.
Sebab, dalam satu harinya bisa laku antara 5 kilogram hingga 10 kilogram. Mayoritas pelanggan merupakan warung lalapan.
”Sepanjang Jalan Asem Manis hingga ke SMPN 5 Pamekasan ini semuanya berlangganan ke saya,” ungkap pria berusia 55 tahun itu.
Baca Juga: Resep Nasi Balap Puyung Khas Lombok yang Pedas Menggigit dan Gurih, Yuk Cobain!
Menurutnya, pelanggannya konsisten membeli 2–10 kilogram setiap hari.
Meski untungnya tidak cukup banyak setelah dipotong biaya operasional, dia bersyukur kebutuhan keluarga tercukupi.
”Alhamdulillah, ada hasilnya dan cukup untuk membiayai anak kami sekolah,” pungkasnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti