Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

CV Asal Gowa Garap Proyek Perpusda Pamekasan, Pelaksana Sesumbar Kelar November

Fatmasari Margaretta • Selasa, 1 Oktober 2024 | 14:50 WIB
DIKERJAKAN: Kontraktor proyek pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Pamekasan melakukan kontrol, Kamis (26/9). (KHOLIL RAMLI/JPRM)
DIKERJAKAN: Kontraktor proyek pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Pamekasan melakukan kontrol, Kamis (26/9). (KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Proyek pembangunan gedung Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan tahap dua dimulai.

Proyek dengan pagu Rp 4,5 miliar itu dikerjakan CV Muthia Karya Mandiri.

Perusahaan konstruksi asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ini memenangkan tender dengan harga penawaran penawaran Rp 3,5 miliar lebih.

”Kami menerima pemenangnya dari teman-teman organisasi pengadaan barang dan jasa (OPBJ), sesuai hasil proses lelang yang sudah dilakukan,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pamekasan Achmad Sjaifudin.

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Sjaifudin mengeklaim setelah mengetahui pemenang tender tidak serta merta penandatanganan kontrak dilakukan.

Akan tetapi, pihaknya me-review berita acara hasil pemilihan (BAHP) yang dikeluarkan OPJB.

”Kami melakukan pertemuan untuk memastikan keseriusan kontraktor yang menang lelang. Kami melakukan review BAHP,” tuturnya.

Pria berkacamata itu menyebut salah satu pembahasan penting dalam pertemuan lintas sektor itu adalah harga penawaran 20 persen di bawah nilai pagu.

Perinciannya, nilai kontrak Rp 3.567.840.000, sementara pagu paket Rp 4.550.000.000.

”Di dalam penjelasan, kami terkendala aturan lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP).

Jika CV atau PT menurunkan maksimum 20 persen, dianggap layak. Itu peraturan, tidak boleh digali lebih dalam lagi,” ungkapnya.

Kepala Bagian Pengadaan Barjas Setkab Pamekasan Moh. Bahtiar Eko Firmansyah membenarkan informasi tersebut.

Dia menyebut, terdapat beberapa rekanan yang mengajukan harga penawaran 20 persen di bawah pagu pembangunan gedung perpustakaan.

”Setelah dilakukan proses seleksi, yang membedakan, CV Muthia Karya Mandiri mempunyai nilai pengalaman dalam pembangunan sejenis tertinggi,” ungkapnya.

Terpisah, Koordinator Pelaksana CV Muthia Karya Mandiri Agus Iswahyudi berjanji akan menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal kontrak.

”Tepat mutu dan tepat waktu,” katanya.

Bahkan, Agus mengeklaim, perusahaannya dapat menyelesaikan proyek di Jalan Jokotole itu lebih efektif dan efisien.

Sebab, akan menurunkan 40 orang pekerja yang terbagi ke dalam dua sif waktu kerja.

”Jadi, nanti aktivitas para pekerja sampai pukul 22.00. Tidak akan sampai 105 hari sudah selesai. Kontraknya sampai 25 Desember, kami upayakan akhir November sudah selesai,” tegasnya. (lil/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#perpustakaan #barang dan jasa #proyek #lelang #rekanan #tender #Pembangunan #kontrak